Mohon tunggu...
Yayuk Sulistiyowati M.V.
Yayuk Sulistiyowati M.V. Mohon Tunggu... Guru - Pembalap Baru

SOLI DEO GLORIA

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Cerpen: Lupa

20 April 2024   12:45 Diperbarui: 20 April 2024   13:58 171
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi perempuan lupa | Nicoleta Ionescu/Shutterstock

Hawa dingin merasuk setelah Kusuma memasuki minimarket yang baru beroperasi di dekat perumahan tempat ia tinggal. Entah karena masih baru dan banyak promo, desain tokonya yang semarak dan rapi atau karena banyaknya varian yang dijual di minimarket ini yang membuatnya penuh dan tampak ramai siang ini.

Masuk di dalamnya serasa masuk dalam kulkas raksasa dengan hamparan aneka makanan dan minuman favorit berjajar di depan mata. Kusuma mendesah lega setelah dari luar minimarket diterpa panas terik menyengat yang seolah membakar kulit. 

Sejenak Kusuma mengitari rak kosmetik yang menarik hatinya. Matanya bekerja sama dengan bibirnya menggambarkan rona gembira

"Hmmm, ini lipstick yang kucari-cari", gumamnya sambil memutar-mutar lipstick merah bata dengan jemarinya.

Setelah menimbang-nimbang ia memutuskan mengambil benda mungil dengan kemasan pink lucu itu, menggenggamnya erat dengan senang. 


Kusuma meraih dua kotak susu formula soya untuk si kecil Mitha di rak sebelah selatan, lalu memungut tissue basah dan sebotol pelembut pakaian.

Kasir tampak agak sepi. Kusuma beranjak menuju kasir dan mulai membayar belanjaannya. Tak lupa ia tersenyum ketika satu lipstick warna kesukaannya juga ikut masuk dalam kantong belanjanya. 

"Bagus ini Kak, mumpung diskon lumayan banyak," Mbak kasir yang ramah turut mendukung perasaan Kusuma saat itu.

"Iya, sudah lama saya mencari warna ini. Makasih ya Mbak," Kusuma menjawab sambil tersenyum senang.

Dengan gembira Kusuma pulang menyusuri jalanan yang agak padat menuju rumahnya yang hanya tigaratusan meter dari minimarket. Hanya belok sedikit keluar dari komplek perumahannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun