Mohon tunggu...
YM. Lapu
YM. Lapu Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis Jalanan

Suka Membaca, Menulis, dan Nonton.|| Lahir dari hasil perkawinan seorang laki-laki Flores (Thomas Ronta Lapu) dan perempuan berdarah Sabu Sulawesi (Elisabet Doko), dibesarkan di Pulau Timor. Ayah dari seorang putra (Keyvand Marx Diven Lapu) dan suami dari seorang perempuan Batak (Eldiana Lumbantoruan).

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Untuk Mentari

6 September 2022   09:42 Diperbarui: 6 September 2022   09:52 128 27 18
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Created By: YM.Lapu

Untuk Mentari

Mentari....
Tetesan gerimis yang merinai
Pada kelam langit senja.
Kulinangkan rindu di ujung mata.
Menari indah di pelupuk angan
Itu kamu.!  

Raut bayangmu; manja
Menerpa di setiap sudut sepiku
Kulirihkan namamu dalam kenang
Pada suaraku yang parau berharap.
Tentang aku.!

Telah coba kukirimkan juga
Bersama hembusan bayu nan laju
Berharap ia akan menepikan
Tentang rinduku yang terbata.
Harapku.!

Mentari....
Rindu ini tak ingin diam
Dia terus menggerogotiku
Sum-sum otakku;hampir habis
Mengapa?  

Kalau nanti tumpukan rindu ini menggunung
Erupsi, dan menyemburkan butir-butiran keresahan.  
Pada siapa?  

Aku hanya ingin kita sama-sama berdiri.
Dan tenggelam dalam lava panas rindu semusim.
Karena kamu.!

 
Jakarta, 2014

Baca juga: Hujan Malam Senin

YM.Lapu

Baca juga: Tanpa Judul

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan