Mohon tunggu...
Widiya Astuti Alam Sur
Widiya Astuti Alam Sur Mohon Tunggu... Administrasi - Lecturer, mathematician

Pembelajar, yang akan terus belajar dan berbagi. BismillAah

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih Pilihan

Seminggu Lagi, Nasib Indonesia 5 Tahun Ke Depan

10 April 2019   17:34 Diperbarui: 10 April 2019   21:18 189
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

17 April 2019. Kurang seminggu lagi, rakyat Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi. Pesta yang 5 tahun sekali selalu dinanti-nanti oleh rakyat Indonesia. Pesta yang 5 tahun sekali  rakyat Indonesia berkepentingan untuk  menggaungkan suaranya. Pesta yang 5 tahun sekali akan menentukan nasib rakyat Indonesia untuk 5 tahun kedepan. 

Di tangan rakyat Indonesia, ada 2 pilihan yang akan menentukan kehidupan mereka (tentu saja jika golput bukan pilihan). Di tangan merekalah, Indonesia akan kembali dipimpin oleh Presiden Jokowi dengan kelanjutan  janji-janji beliau 5 tahun yang lalu, atau Indonesia akan dipimpin oleh Pak Prabowo, dengan janji-janji barunya untuk 5 tahun ke depan.

Setidaknya, sejak Agustus 2017 sampai sekarang, KPU telah dan masih memiliki tugas yang sangat berat dalam rangkaian  pelaksanaan pemilu 2019 ini. Dimulai dari penyusunan program dan anggaran,  sampai  nanti saatnya tiba pada pengucapan sumpah dan janji untuk calon-calon yang terpilih. 

Tidak sedikit tantangan dan kritikan yang harus dihadapi KPU dalam menjalankan perannya sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang independen. Tahapan penyelengaraan Pemilu 2019 dapat diakses pada laman  kpu.go.id

Tentu saja  ada banyak kisruh dan konflik  yang terjadi sepanjang pelaksanaan tahapan pemilu 2019 ini. Setidaknya, ada beberapa catatan yang perlu penulis highlight terkait pilpres 2019  :

Penetapan Koalisi Parpol Pengusung Capres.

Sejauh catatan penulis, penetapan koalisi parpol adalah salah satu yang sempat menjadi perbincangan sengit baik di berbagai media ataupun di kalangan elite. Tarik ulur partai demokrat dalam memutuskan pilihan koalisinya, antara ikut mendukung salah satu capres yang sudah terlebih dahulu dideklarasikan PDIP dan Gerindra, atau membuat poros baru dari kadernya sendiri. 

Jokowi yang terlebih dahulu resmi diusung oleh beberapa parpol yaitu PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, dan Hanura telah memenuhi syarat pencalonan capres, dengan perolehan kursi di DPR sebanyak 290 kursi. Sementara Prabowo yang pada awalnya hanya diusung oleh Gerindra, kemudian akhirnya resmi diusung oleh PKS dan PAN, dengan perolehan sebanyak 162 kursi. Jumlah yang sudah lebih dari cukup untuk Prabowo memastikan diri sebagai Calon Presiden 2019-2024, dari minimal kursi DPR yang dibutuhkan adalah 112. 

Sumber: Tim Riset CNBC Indonesia
Sumber: Tim Riset CNBC Indonesia
Deklarasi Cawapres 

Yang tak kalah seru adalah pemilihan cawapres untuk Jokowi dan Prabowo. Banyak nama yang dari awal digadang-gadang akan mendampingi sang petahana dan penantang akhirnya gugur satu persatu oleh KH.Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Sebut saja mantan Ketua MK MAhfud MD, yang konon sudah siap untuk dideklarasikan sebagai cawapres mendampingi Pak Jokowi. Akan tetapi,  di detik detik terakhir harus merelakan bangku Cawapres kepada KH Ma'ruf Amin. Jokowi lebih memilih cawapres dari tokoh agama dibandingkan sosok nasionalis seperti Mahfud. 

Dok.Tempo/Subekti
Dok.Tempo/Subekti
Sebaliknya, Prabowo yang  santer terdengar akan didampingi oleh salah satu tokoh agama Ustadz Abdul Somad, di detik-detik terakhir kemudian mengumumkan untuk lebih memilih  Sandiaga Uno. Sosok nasionalis yang baru saja merebut perhatian rakyat Indonesia pada pilgub Jakarta 2017 silam, dan terpilih sebagai wakil gubernur Jakarta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun