Mohon tunggu...
Kris Wantoro Sumbayak
Kris Wantoro Sumbayak Mohon Tunggu... Guru - Pengamat dan komentator pendidikan, tertarik pada sosbud dan humaniora

dewantoro8id.wordpress.com • Tak limpah materi, tapi membeli buku. Tak pintar, maka terus membaca.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Bunga yang Layu Itu Bernama...

19 November 2022   16:55 Diperbarui: 19 November 2022   17:07 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bunga yang layu itu bernama Udin | foto: tangkapan layar IG/indozone.id

Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur yang gaib,
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah,
Wahai, dik Narti,
aku cinta kepadamu!

(Surat Cinta, W.S. Rendra)

 

Hatiku selembar daun
melayang jatuh di rumput;
Nanti dulu,
biarkan aku sejenak terbaring di sini;

ada yang masih ingin kupandang,
yang selama ini senantiasa luput;
Sesaat adalah abadi
sebelum kausapu tamanmu setiap pagi

(Hatiku Selembar Daun, Sapardi Djoko Damono)

***

Anda tentu tidak asing dengan kutipan puisi dua pujangga tanah air di atas. Pesona kata-katanya tak diragukan lagi. Tak lekang oleh zaman. Tapi, apa jadinya kalau puisi ditulis dalam surat izin sekolah?

Anda pernah tidak masuk sekolah? Seyogianya, kalau tidak masuk harus memberitahu guru/ wali kelas melalui surat. Entah dengan alasan sakit, acara keluarga atau keperluan lain, nikahan tetangga misalnya.

Sebelum era internet dan smartphone, izin wajib disampaikan melalui surat yang ditandatangani orang tua. Itu sikap yang sopan untuk menghormati guru, serta bertanggungjawab. Jika tidak masuk, tidak ada pemberitahuan berarti dianggap membolos (alpa)---bentuk ketidakdisiplinan dari murid dan orang tua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun