Mohon tunggu...
Tovanno Valentino
Tovanno Valentino Mohon Tunggu... Konsultan - Hanya Seorang Pemimpi

Hanya Seorang Pemimpi

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Sindrom Kekuasaan Jelang Pemilu 2024

4 Oktober 2021   21:53 Diperbarui: 4 Oktober 2021   22:42 2294
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi : wonderfulmind.net

Pokoknya lagagknya kebaca kalo ngebacot apalagi di depan kamera, "seng ada lawan".

In-Power Syndrome 

Sindrom kekuasaan ini oleh Cak Nur, digambaran bagikan  orang yang sebelum berkuasa perilaku dan dan lewat ucapannya seperti mencemirkan dirinya sebagai 'orang bener' atau jangan-jangan paling benar, tapi ketika berkuasa ia mulai lupa diri dan menyolok dari kelompok berpenyakit ini, ia akan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasannya.

Rasanya sudah menjadi tradisi politik, sekalipun tidak kseluruhan namun kecendrungan Petahana terpilih lagi di periode berikutnya sangat berpeluang besar. Ya, ngaku, diakui atau tidak, selama menjabat pada periode pertama, ia berupaya dengan segala cara, entah dengan menggunakan fasilitas dukungan finansial negara, dapat dianggap merupakan hasil perjuangannya atau malah ada yang bernai ngaku keluar dari kocek sendiri. 

Terlalu mahal ongkos politik, terang saja, kelompok ini akan berupaya "kembali modal" di periode berikutnya, kalo ndak cukup ya sanak saudara lah yang diperjuangkan melanjutkan tapuk pimpinan atau jabatan untuk ongkos politik ini, malah bila perlu mencari keuntungan financial sebesar-besarnya dengan seribu cara yang memang oleh KPK sendiri akan sulit menjerat jika hanya bermodal tangkap tangan. 

Nah ini juga bahaya. Dan kalau diperluas sedikit, bisa kecipratan kepada sanak keluarganya ketika berlaga di pemilu. Ya... mirip-mirip politik dynasty lah.

Terkait upaya membangun politik dinasti, istilah Aji mumpung termasuk halal dalam politik, dengan berbagai strategi tentunya. Ntar deh kita bahas dituisan tersendiri, seruu juga topik kalo menyinggung hal ini. 

Harapan

Kalo sub judulnya harapan, kok seolah-olah mau nguliahin ya. Tapi ya ini kan opini saya dimana melihat, mendengar dan membaca percaturan dunia politik di tanah air jelang Pemilu (Pilpres dan Pileg/DPD) Serentak 2024. Dan tentunya merenungkan apa yang ditulis Cak Nur.

Tapi. Ya udah, saya kutip penekanan dari Cak Nur deh. Menurut beliau, yang jelas, apapun jenisnya, penyakit tersebut bertujuan menggerogoti individu dengan iming-iming kekuasaan, hingga pada akhirnya, dia menjadi 'budak' atau tawanan kekuasaan.

Apalagi sekarang? Ditambah lagi dengan, maraknya hate speech, negative speech,  immoral speech, serta money politics yang semakin berani dan terang-terangan, serta terlebih lagi politik  yang dimainkanya  melalui "orchestra" politik identitas maka tawanan kekuasaan ini, terpenjara dan seolah-olah tidak bakal meloloskan diri karena tidak memiliki pilihan lain. Aplagi kalau sudah tergolong militan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun