Mohon tunggu...
Natasya Eka Nabila
Natasya Eka Nabila Mohon Tunggu... Mahasiswa - Halo saya natasya eka nabila seorang mahasiswa dengan jurusan S1 desain komunikasi visual

haloo semua

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Tingkat Apatisme dalam Pemilu 2024

16 April 2024   09:49 Diperbarui: 16 April 2024   10:01 166
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hasil Pemotretan Pribadi

Bandung - Indonesia, sebagai negara demokratis terbesar di dunia dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa, telah melalui serangkaian pemilihan umum (pemilu) mulai dari tahun 1995 yang digelar secara nasional. Pemilu menjadi tonggak penting dalam agenda politik Indonesia, menjadi momen dimana rakyat dapat berpartisipasi dalam menentukan arah masa depan negara. 

Kelompok Pancasila yang merupakan para mahasiswi di Telkom University telah melakukan riset dengan cara menyebarkan kuesioner melalui media sosial Whatsapp dan X, serta turun langsung ke lapangan dan melakukan wawancara kepada beberapa kalangan berbeda di sekitar lingkungan Telkom University dan Kebun Binatang Bandung terkait mengenai Tingkat Apatisme Dalam Pemilu 2024.

Dalam 74 sampel kuesioner yang telah disebarkan melalui Whatsapp dan X diketahui bahwa terdapat 68 orang yang ikut berpartisipasi mengikuti pemilihan umum sementara sisanya tidak dapat berpartisipasi dikarenakan adanya kendala dalam pengurusan surat perpindahan TPS, kemudian di dalam hasil survei diketahui bahwa 20 dari 74 partisipan pernah berpikir bahwa pemilu tidak memiliki dampak langsung dalam kehidupan keseharian mereka dan setidaknya ada 5 partisipan yang beranggapan bahwa pemilu tidak terlalu penting.

Dari salah satu narasumber Bapak S ( Satpam, 74 tahun ) bahwa  ia tidak memilih dalam pemilu 2024 dikarenakan adanya kendala yakni tidak dapat mengurus perpindahan TPS, selain itu Bapak S juga berpendapat bahwa pemilu itu penting namun dampak langsung yang diberikan terbilang biasa saja terhadap keseharian hidup, Bapak S juga Kurang  memiliki minat untuk mencari tahu tentang visi misi dan lainnya, dan Beranggapan bahwa setiap pemilu pasti ada kecurangannya.

Hasil Pemotretan Pribadi
Hasil Pemotretan Pribadi


Ada pula tanggapan dari Narasumber ke 2 yakni Saudari Z dan K ( Mahasiswa ) keduanya menyatakan bahwa mereka Ikut serta dalam pemilu dan beranggapan bahwa pemilu sangat penting, keduanya Pernah berpikir bahwa pemilu tidak berdampak langsung pada kehidupan, Saudari Z memilih berdasar rekam jejak paslon sementara saudari K berdasar arahan orang tua. Keduanya masih ada ketidakyakinan terhadap paslon yang dipilih serta keduanya yakin terdapat kecurangan tetapi tidak melakukan tindakan apa-apa. 

Hasil Pemotretan Pribadi 
Hasil Pemotretan Pribadi 

Narasumber ke 3 Bapak AB  ( Ojek Online, 45 Tahun ) Menyatakan bahwa ia ikut serta dalam pemilu 2024 serta berpendapat bahwa pemilu sangatlah penting karena hal tersebut yang akan menentukan Indonesia dalam 5 tahun kedepan, Menurut Bapak AB pemilu sekarang mengalami kemunduran dibandingkan di masa orde baru, karena sekarang banyak individu-individu yang bersikap netral terhadap pemilu dan ia juga menggunakan media Internet sebagai sumber untuk mencari informasi terkait pemilu, dan ia juga menyatakan bahwa pemilu sangat berpengaruh terutama pada keputusan suatu kebijakan terhadap jalannya kehidupan masyarakat, Bapak AB sendiri memilih berdasarkan visi-misi, kemampuan menjabat, dan juga ia melihat siapa saja yang memiliki rekam jejak negatif paling minim dari setiap paslon, kemudian adanya pengaruh paslon terhadap pendidikan menjadi alasan bapak AB memilih suatu paslon.

Bapak AB mengatakan bahwa kecurangan itu pasti ada dikarenakan adanya konsep " ada uang ada kuasa " namun ia sendiri tidak mampu untuk menyuarakan nya kepada wakil rakyat, dan ia juga menambahkan bahwa kritik dan saran sangat diperlukan dalam pemerintahan.

Hasil Pemotretan Pribadi
Hasil Pemotretan Pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun