Mohon tunggu...
UMU NISARISTIANA
UMU NISARISTIANA Mohon Tunggu... Content Writer

umunisaristiana26@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Meditasi, Praktik Wajib Era Media Sosial

22 Maret 2021   12:05 Diperbarui: 22 Maret 2021   12:23 104 6 2 Mohon Tunggu...

FOMO, insecurity, work-life balance, busy mind dan information anxiety adalah beberapa persoalan kesehatan mental yang kerap muncul di era media sosial. Terlebih riset terbaru dari Hootsuite dan We Are Social pada Januari 2021 mensimpulkan rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan 8 jam 52 menit dalam satu hari untuk bermain media sosial. Selain itu Indonesia menduduki peringkat ke 9 negara yang kecanduan media sosial. Riset ini semakin mewajarkan ada banyak persoalan kesehatan mental yang muncul dikalangan masyarakat Indonesia sejak booming-nya media sosial.

Ungkapan bahwa apa saja yang berlebihan tidak akan berdampak baik, cukup relevan untuk menggambarkan aktivitas media sosial yang kian tidak terkendali dalam hal durasi serta atensi. Pada awalnya kehadiran media sosial digunakan sebagai ruang bersosialisasi dan membangun relasi. Namun lambat laun, media sosial mengalami penyimpangan fungsi seperti digunakan untuk memamerkan materi (uang, status, jabatan) dan mengekspos permasalahan pribadi. Penyimpangan fungsi ini banyak membawa dampak buruk bagi kesehatan mental seseorang.

Memang tidak mungkin bagi kita benar-benar lepas dari jeratan media sosial sebab hampir seluruh aspek kehidupan beralih menjadi aktivitas daring, terlebih sejak pandemic COVID-19. Sehingga satu-satunya cara bagi kita untuk tetap sehat secara fisik dan psikis adalah dengan mengelola aktivitas dan informasi yang didapat dari media sosial salah satunya dengan rutin melakukan meditasi

Manfaat meditasi sudah banyak diungkapkan oleh para ahli baik itu praktisi ataupun akademisi. Antara lain; meningkatkan kesadaran, mencapai ketenangan batin dan pikiran, meningkatkan daya ingat dan fokus pikiran, bahkan ada ahli yang mengatakan dengan rutin meditasi seseorang akan mampu dengan mudah mengendalikan pikiran. Pikiran yang terkendali membuat seseorang tidak mudah terkena stres, depresi dan frustrasi.

Tidak ada aturan pakem untuk melakukan meditasi, sebab pada dasarnya meditasi adalah teknik yang diatur oleh diri sendiri untuk mampu mempertahankan kesadaran dan perhatian agar tercapai fokus dan rasa tenang. Boleh dengan posisi apa saja; duduk atau berbaring. Boleh dilakukan kapan saja; pagi, malam bahkan siang hari. Boleh dengan tutup mata maupun buka mata. Apapun itu yang terpenting mampu membuatmu fokus dan tidak mudah terdistraksi. Jika sudah memutuskan posisi dan waktu meditasi, kemudian secara perlahan tarik napas dalam-dalam kemudian hembuskan melalui mulut. Rasakan dan selami proses pernafasan kita dan apa yang tubuh kita rasakan saat napas masuk dan keluar. Lakukan secara berulang sampai mencapai titik fokus dan tenang.

Bagi pemula, durasi meditasi tidak perlu terlalu lama; tiga atau lima menit saja sudah cukup dan dilanjutkan keesokan harinya. Jika sudah mulai terbiasa durasi dapat diperpanjang sepuluh hingga tiga puluh menit. Mengapa demikian? Sebab, jika diawal kita sudah memaksakan diri dengan durasi yang panjang sedangkan kita masih dalam tahap penyesuaian maka akan mudah bagi kita untuk menyerah dan tidak konsisten. Padahal manfaat meditasi akan benar-benar dirasakan jika kita secara konsisten melakukan meditasi.

Pada awal melakukan meditasi sudah barang tentu kita akan mengalami kesulitan seperti sulit mefokuskan pada tarikan napas atau mudah terdistraksi dengan suara di dalam pikiran maupun di luar diri kita. Ini hal yang sangat wajar sebab apa yang kita lakukan termasuk sesuatu yang baru. Tetap optimis dan konsisten adalah kunci dalam melakukan meditasi. 

Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya setelah empat bulan rutin melakukan meditasi. Saya sudah membuktikan sendiri bahwa meditasi membawa banyak manfaat positif dalam hal pengelolaan aktivitas dan informasi yang saya dapat di media sosial. Khususnya, saat ini saya tidak lagi begitu larut mengabiskan waktu dan atensi saya saat bermain media sosial. Saya dengan sangat mudah membatasi dan berhenti bermain media sosial tidak lebih dari 30 menit. Bisa dibilang saya sudah bebas dari perbudakan media sosial. Saya sudah bebas, kalo kamu kapan?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x