Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan dan Malam Waktu

4 November 2022   03:07 Diperbarui: 4 November 2022   03:17 100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Hujan jatuh satu satu. Bagai jarum jarum yang sunyi. Khusuk dan rindu menyatu.

Bulan beku di langit. Aku menyinggahinya dalam debar dada.

Gairah dan hasrat memberi isyarat. Membayang perjalanan jauh di hadapan. 

Hujan dan malam waktu. Hujan jatuh satu satu. Bagai kaki kaki mungil yang menari. Khusuk dan tenteram. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun