Mohon tunggu...
Nikita Situmeang
Nikita Situmeang Mohon Tunggu... Lainnya - Tetaplah berambisi.

Mari sama-sama belajar Dibentuk, Terbentuk, Membentuk....

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Negara Iritasi

3 Juli 2021   03:44 Diperbarui: 3 Juli 2021   03:52 309
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bukan Sekedar titik kulminasi.

Seperti tikus tikus got kini rakyat berjalan

Melirik lirik menunggu sesuatu terjatuh

Berharap ada yang bisa dimakan..

Kemarahan menjadi sedikit representasi dari kekecewaan.

Ini bukan lagi soal rasa yang disajikan dalam bentuk dialegtis.

Namun siapa yang akan membantu rakyat?

Langkah kita sudah terlalu jauh dari rumah.

Tapi rakyat selalu saja disuruh berharap ?!!

Tunggu! Siapa yang rakyat bisa harapkan?

Atau coba berputar balik?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun