Mohon tunggu...
Nurul Fauziah
Nurul Fauziah Mohon Tunggu... Hanya mencintai tulis-menulis

Alumni Ilmu Sejarah FIB UI. Mencintai Literasi dan Musik. Menggemari Film dan Anime. Menulis untuk Bahagia.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Memori

18 Juni 2021   18:05 Diperbarui: 18 Juni 2021   18:47 79 20 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Memori
Sumber Foto: Jpeter2 via Pixabay

Pada akhirnya, kisah kita hanyalah tentang "pada suatu hari." 
Ketika gulirnya waktu tergantung pada rasa yang ada di hati.

Andaikan hati berbunga, waktu senang kejar-kejaran dengan mentari.
Berfoya-foya nikmati ruang yang tak abadi.
Sebaliknya, katakanlah hati sedang sempit. Maka, waktu akan berhenti.
Semesta berhenti.

Lantas diri berkata sendiri, "Ah sulit sekali."

Semuanya menjadi memori.
Bagai untaian jalinan benang yang tak rapi.
Jika dipikir-pikir lagi,
semuanya hanya akan jadi ingatan untuk masa depan yang ditulis "hari ini." 

Ujung-ujungnya, semuanya hanya akan menjadi kalimat, "Pada suatu hari."

Yah sayang sekali.

[Saning bakar, Solok, 31 Juli 2020]

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
18 Juni 2021