Mohon tunggu...
Samurai Jagoan
Samurai Jagoan Mohon Tunggu... Penulis - Tukang Makan Enak

Seorang Entrepreneur, Tukang Jalan, Tukang Makan Enak, Praktisi & Owner Wenmit Pecel Bento, Penulis Buku, Provokator Entrepreneur, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional di bidang Entrepreneurship \r\n\r\n> HP 0818377811\r\n> FB Samurai Jagoan\r\n> Twitter @sa_murai

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Hutang Itu buat Berbagi dengan Sesama

9 Januari 2013   01:41 Diperbarui: 24 Juni 2015   18:21 308
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Uang saya sudah banyak pak, saya nggak butuh kredit lagi, bahkan bank selama ini nguber-nguber saya, menawarkan kredit pada saya, bahkan nggak perlu pake trik macam-macam buat saya dalam mencari kredit."

Memang buat sebagian orang yang beruntung diberi kelimpahan rejeki oleh Allah nggak akan perlu lagi membeli sesuatu semacam property dengan kredit lagi soalnya memang uangnya sudah banyak.

Betul kita sebagai orang yang sudah berkelimpahan nggak perlu lagi kredit untuk keperluan pribadi tapi kalo kita mau berbagi maka kita bisa gunakan kredit dari bank sebagai sarana berbagi buat orang lain tanpa harus mengurangi harta kita bahkan malahan bisa menambah harta yang kita miliki.

Berbagi model seperti apaan itu?
Begini ceritanya, sering kita baca di koran, dengar di radio atau lihat di tv ada sebuah perusahaan yang terancam dijual oleh pemiliknya karena si pemilik itu bangkrut atau tidak lagi mau mengelola uasaha tersebut. Anggaplah si pemilik bangkrut maka dia menjual usahanya untuk menutupi hutang-hutang atau keperluan lainnya. Tapi pelajari juga kenapa si pemilik itu bangkrut, seringkali juga bukan akibat dari bisnis yang hendak dijualnya itu memang drop omsetnya atau sedang tidak sehat perputaran usahanya sehingga tidak bisa melakukan semua kewajiban bisnis.

Jika kita pelajari sering kita temukan sebuah perusahaan yang sehat terpaksa dijual murah oleh pemiliknya karena si pemilik secara group atau probadi punya beban yang lebih besar dari beban yang harus ditanggung oleh perusahaan yang mau di jualnya. Secara bisnis, perusahaan yang mau dijual itu sangat sehat, profitnya bagus tapi terpaksa harus dijual agar beban si pemilik bisa ditutupi dari hasil penjualan perusahaan tersebut. Atau jika tidak bisa dijual maka perusahaan yang notabene sehat tadi terpaksa harus dipailitkan dan melakukan pemutusan hubungan kerja secara masal. Jika hal itu terjadi maka sudah pasti banyak karyawan disana yang akan kehilangan penghasilan mereka.

Disinilah kita berbagi, saat-saat seperti itulah kita berbagi. Kita berbagi dengan cara membuat perusahaan tersebut tidak dipailitkan dan mencegah adanya PHK masal dengan cara membeli perusahaan itu. Toh perusahaan yang akan kita beli itu sudah terbukti sehat.

Ini saatnya berbagi, kita berbagi dengan cara kita beli perusahaan tersebut, toh sudah terbukti kalo perusahaan itu perusahaan yang sehat.

Jika kita akhirnya benar-benar beli perusahaan tadi bisa jadi uang yang memang berlimpah itu jadi gak cukup, karena total uang yang harus kita siapkan untuk transaksi ternyata jauh diatas uang tunai yang kita punya, nah inilah saatnya menggunakan uang bank untuk berbagi, kita beli perusahaan itu secara kredit dengan hutang dari bank. Biasanya peluang itu datangnya selalu tiba-tiba dan disaat nggak disangka-sangka, jika peluang berbagi ini muncul sedangkan kita nggak siap melobi pihak bank karena nggak memenuhi persyaratan yang diminta oleh pihak bank maka bisa jadi niat mulia kita untuk berbagi menjadi gagal sebab permohonan kredit kita nggak disetujui.

Niat yang baik bisa gagal karena kita tidak siap...

Andai semuanya sudah di siapkan dengan 'strategi mencari kredit' yang tepat maka niscaya saat kita perlu kredit maka pihak bank akan menetujuinya sebab persyaratan yang mereka minta bisa kita penuhi, secara penghasilan kita sudah oke dan obyek yang mau kita beli secara kredit sudah pasti memberikan penghasilan yang tetap yang bisa memberika profit pada kita serta cukup untuk membayar angsuran kredit tersebut karena penghasilan tadi sudah teruji dengan baik, karena memang perusahaannya terbukti sehat.

Berbagilah dengan sesama melalui kredit dari bank insyaallah akan berkah juga...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun