Suripman
Suripman karyawan swasta

Rakyat biasa, yang mencoba melihat kehidupan bangsa dari sebuah sudut negeri tercinta. Tanpa prasangka, tanpa memihak, mengalir apa adanya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi highlight

Surat Kepada Sobat (2)

17 Februari 2017   13:05 Diperbarui: 17 Februari 2017   13:18 7 3 2

Sobat, Aku senang suratku kau balas

Meski ada tersirat batas

Tapi semua jelas

Kampung halaman kitapun terkena bias


Sobat, tatkala kepentingan mereka menjelma syahwat

Orang kecil seperti kita dijadikan alat

Jala hasut dan jebakan, tebar benci dan jaring bejat

Sampai menghitam kitab dan ayat, nekat!


Sobat, episode ini belum selesai

Mereka itu yang mengaku cerdik pandai

Membawa api dalam tari gemulai

Membakar nurani hingga lunglai


Sobat, mereka bilang semua baik-baik saja

Mereka bilang ini hanya perasaan kita berdua

Tapi panas dengus napas para durhaka

Jelas terasa di tanah dan udara


Sobat, Aku paham gundahmu itu

Seperti Kaupun maklum atas dukaku

Negeri tercinta mulai tak padu

Tapi Kau dan Aku, tak boleh gagu


Sobat, kita tak boleh diam

Damai negeri tak boleh padam

Keseluruh pertiwi tuangkan cinta

Dalam kata dan tindak nyata, tidak lebarkan beda


Sobat, mari kita kuatkan hati

Meneguhkan janji pada negeri, bhineka dalam NKRI

Langkah kecilpun jadi, senyum tuluspun sangat berarti

Mengajak kanan dan kiri, mengajak menghentikan benci


Sobat, mari kita berdoa

Engkau ke masjid, Aku ke gereja

Semoga makin bertambah

Semoga generasi kelak tidak sesat dan binasa


Jakarta, 17 Februari 2017

Baca juga Surat Kepada Sobat