Mohon tunggu...
Miftah RinaldiHarahap
Miftah RinaldiHarahap Mohon Tunggu... Lainnya - Gerilyawan Pembaru

Believe nothing, no matter where you read it or who has said it, not even if i have said it, unless it agrees with your own reason

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Setelah Sewindu

9 Agustus 2021   11:05 Diperbarui: 9 Agustus 2021   11:34 77 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Setelah Sewindu
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Kasih,sebelum aku terlelap.Biarkan aku menulis seuntai rindu 

Sudah sewindu berlalu 

Sejak kita bersepakat untuk membunuh rindu 

Lalu,membiarkannya abadi di dinding waktu 

Bolehkah,aku bertanya:Selain kenangan,apa lagi yang tersisa dari kita? 

Aku masih ingat saat itu;saat dimana suaraku tak mampu lagi menjangkau hatimu 

Saat dimana hanya ada isak tangis yang terdengar darimu 

Lalu, kau pun mengucapkan dalil tentang perpisahan 

Berbeda dengan mu,di sudut langit-langit kamar yang bisu,seekor laba-laba masih setia menguntai benang-benang harapan 

Malam semakin malam 

Bersama gerimis kecil,kau pun berlalu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan