Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

" Kau adalah huruf-huruf mati yang aku beri paru-paru dan aku hanyalah tinta biasa yang kau beri rupa-rupa."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan Belum Reda

3 April 2021   04:47 Diperbarui: 3 April 2021   05:09 146 37 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hujan Belum Reda
Pixabay

Langkah kita berniat pergi, sebagaimana malam lenyap tersapu pagi. Serupa langit bersin-bersin--demam tinggi. Tetapi hujan yang menetes tak pernah membenci langit kala tempiasnya dengan bumi tak bisa di ajak bersinergi


Lelah mengalah seperti ingin cepat sudah
Sebab kata-kata kita sering basah
Di basahi banyak terserah
Rencana sering rebah
Dan cuaca hati kita memang sedang mendukung untuk merebahkan banyak arah

Tetapi di luaran sana bunga-bunga tertawa
Pangeran kodok tak lagi sungkawa 

Mereka bersyukur karena hujan masih menurunkan nyawa Dan kita malah mengeluh tak bisa legawa

Rumah kita jelas berbeda namun semesta kita sepakat kalau hujan belum lah reda, sama seperti halnya kita yang terpaksa harus bergumul dengan banyaknya rintik jeda. Semirip kehujanan tetapi tak basah di antara serius atau bercanda

Aku dan kamu memang alangkah baiknya meneduh di balik emperan tunda

Sampai hujan benar-benar reda

Bintaro, 03/04/21.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x