Mohon tunggu...
Pende Lengo
Pende Lengo Mohon Tunggu... Mahasiswa - Tau lo Hulondalo

Wololo Habari

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Langit Malam

16 Juli 2023   22:11 Diperbarui: 16 Juli 2023   23:00 130
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Sebenarnya aku sudah tak mempermasalahkan hal 2 bulan lalu itu, namun entahlah pagi itu aku terbangun dengan mimpi yang selama ini ingin aku lakukan.

Ya di dalam mimpinya kamu memelukku dan aku mengantarmu pulang atau jalan bersama setelahnya, entahlah aku juga kurang ingat. Bagian yang kuingat adalah senyumanmu dan pelukan erat itu.

Sejak kejadian 2 bulan lalu itu aku sangat jarang sekali melihat langit malam, hanya menghabiskan waktu menonton tv dan semacamnya. Tak ada lagi duduk lama lama atau mencari cari pesona rembulan di atas sana seraya menganggapnya sahabat

Baca juga: Gerhana Bulanku

Entahlah, aku tidak seantusias lagi melihat langit malam apalagi jikalau ada salah satu dari pesonanya itu. Rasanya rembulan telah menghianatiku. Seumur hidup yang selalu kuhabiskan menatap rembulan bila hadir di shyam musnah sekejap hanya dalam satu malam purnama itu.

Oke baiklah kalau begitu selanjutnya aku hanya akan membuat cerita fiksi denganmu tanpa langit malam biar itu takkan mengganggu alam sadar. 

Gorontalo, 16 Juli 2023

Baca juga: Sukses

Baca juga: Aku Berhasil

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun