Mohon tunggu...
Okto Klau
Okto Klau Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis lepas

Menulis adalah mengabadikan pikiran

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Geliat UMKM Menghadapi Resesi 2023

25 Oktober 2022   13:56 Diperbarui: 25 Oktober 2022   21:55 1220
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi UMKM (Dok. Shutterstock)

Ilustrasi Resesi 2023. Sumber: freepik
Ilustrasi Resesi 2023. Sumber: freepik

Sebab mati hidupnya usaha mikro, kecil dan menengah tergantung dari bagaimana upaya mereka menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi modern.

Usaha kecil perlu memikirkan dengan matang pangsa pasar, target dan selalu merevisi dirinya sehingga selalu up to date. 

Jika tidak menyesuaikan diri dengan tren dan perkembangan yang ada maka perlahan-lahan usaha-usaha kecil tersebut akan gulung tikar. Suatu hal yang tidak kita inginkan bersama.

Untuk itu usaha kecil harus mengadopsi berbagai teknologi digital untuk menangkap berbagai peluang yang ada. 

Usaha-usaha kecil harus banyak belajar, terutama saling belajar untuk bisa berkompetisi secara sehat. Dengan saling belajar, UMKM mampu melihat peluang-peluang bisnis untuk berinovasi sehingga kreativitas semakin bertumbuh.

Saling belajar itulah yang akan mengekspose kelemahan atau kekurangan dari masing-masing UMKM sehingga mereka dapat menentukan strategi apa yang perlu dibangun untuk menenangkan kompetisi.

Kompetisi yang diharapkan adalah kompetisi yang sehat demi melihat peluang dalam mengembangkan usaha yang dimiliki.

Di samping saling belajar, UMKM juga dapat meningkatkan standar produk untuk memberikan kepuasan kepada para pelanggan sehingga mereka tetap loyal dengan produk-produk tawarannya.

Saat ini UMKM ekonomi kreatif Indonesia mencapai 25 miliar dolar AS dan saat ini ada lebih dari 64 juta UMKM di dalam negeri.

Resesi ekonomi yang di depan mata akan memicu pengurangan aktivitas usaha yang bisa menmbulkan PHK (pemutusan hubungan kerja) dan juga inflasi yang terus meningkat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun