Mohon tunggu...
NA KeishaA
NA KeishaA Mohon Tunggu... Old soul

Pengagum

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Feminis atau Feminazi? Sedikit tentang Perbedaannya

7 Juli 2020   18:35 Diperbarui: 7 Juli 2020   18:33 187 2 0 Mohon Tunggu...

Feminists be like :

"Can a guy do what all girls can? NO"

"Can a girl do what all guys can? YES"

 

Ini merupakan salah satu komentar yang mendapatkan like lebih dari 500, saya melansir komentar ini dari salah satu video YouTube creator yang belakangan jadi sering saya tonton karena masih dalam upaya memperbanyak kegiatan setelah pembatasan sosial dilonggarkan, dan belum adanya pekerjaan. Komentar dengan nuansa seperti ini tentu saja tidak hanya ada di satu-dua sosial media, paradigma ini sudah menyebar luas, bahkan lebih luas dibandingkan dengan semangat sesungguhnya yang hendak dibawa oleh feminis.

Tulisan ini penuh dengan pandangan subjektif, sudah melalui proses pembelajaran di kampus, diskusi non-formal, dan diolah dalam perspektif pribadi, bahkan nantinya bisa saja berubah karena informasi dan pengetahuan akan selalu datang dan dipersepsi berbeda tiap-tiap harinya. Tulisan ini juga tidak berupaya menjelaskan sejarah feminis secara mendalam, bagaimana terciptanya Women's March atau arti dari Women's March itu sendiri. Tulisan ini hanya bentuk upaya kecil saya untuk menjelaskan sedikit, apa yang sebetulnya membedakan feminis dengan feminazi.

Komentar diawal merupakan pandangan kebanyakan orang tentang "feminis", namun sebetulnya apa yang disebut sebagai "feminis"? Apakah sebatas sebuah gerakan, ucapan, atau semacamnya yang menyatakan bahwa perempuan 'lebih tinggi' dibandingkan laki-laki? Yang menyatakan kalau terdapat satu kaum (bisa gender) yang lebih rendah dibandingkan satu dengan yang lainnya? Bukan. Semangat Feminis tidak pernah terbatas hanya pada emansipasi satu sisi semata.

Mary Wollstonecraft, melalui bukunya 'A Vindication of the Rights of Men. A Vindication of the Rights of Woman', menyuguhkan kesadaran tentang gerakan feminis, gerakan perempuan. Karya yang ada di-volume ini merupakan semacam kompilasi kontroversi yang terjadi pada masa Revolusi Prancis. Ditulis diantara tahun 1790 dan 1794, pada masa tersebut laki-laki dan juga perempuan yang menulis isu-isu sosial politik dilihat tidak hanya nantinya ide-ide mereka akan dijadikan suatu nilai yang dijalankan oleh masyarakat, tetapi dari karya-karya tersebut akan tercipta konsikuensi bersifat politis dan sosial yang harus ditanggung.

Ia menentang segala bentuk kekuatan patriarki, dimulai dari seorang ayah terhadap anak, raja terhadap negara, atau bentuk tirani yang sedikit ia saksikan di Eton. Wollstonecraft, meski tidak secara langsung menyatakan sebuah pandangan bernamakan feminis, ia adalah perempuan pertama yang membawa isu hak perempuan pada tahun 1790-an di debat-debat umum tentang hak-hak masyarakat.

Diskriminasi perempuan sudah lebih dahulu ada sebelum itu, eksklusi perempuan dari instansi pendidikan sudah berlangsung. Sehingga akhirnya tercipta pernyataan bahwa perempuan diharuskan memiliki pendidikan terlebih dahulu sebelum dihakimi sebagai being seksual semata.

Hal serupa tidak hanya terbatas pada anggapan perempuan sebagai objek, bukan sebagai subjek yang memiliki hak. Pernah terjadi suatu peristiwa yang cukup terkenal bernama "Persidangan Penyihir Salem". Dan angka eksekusi perempuan jauh lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan kala itu diharuskan mengikuti kaidah yang berlaku, dan peraturan itu sendiri diciptakan oleh para pemuka yang mayoritasnya laki-laki. Sehingga, dugaan tak berdasar ketika perempuan-perempuan ini dituduh sebagai penyihir karena melenceng dari kaidah tersebut, merupakan sebuah bentuk penunjukkan kekuasaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN