Mohon tunggu...
Meliana Aryuni
Meliana Aryuni Mohon Tunggu... Lainnya - Penulis pemula yang ingin banyak tahu tentang kepenulisan.

Mampir ke blog saya ya melianaaryuni. (dot) wordpress.(dot) com dengan label 'Pribadi untuk Semua' 🤗

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Penasaran Bales Penasaran

1 Oktober 2021   14:12 Diperbarui: 1 Oktober 2021   14:18 122 16 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: instagram @bung_tomo_1

"Bu, boleh Abil nonton film G 30 S PKI?" tanya Abil tiba-tiba. Mendengar pertanyaan bocah 14 tahun itu, ibu Abil langsung terkejut. Dia berhenti melipat pakaian. Kilasan adegan dalam film yang pernah ditonton ibunya semasa SD dulu masih saya teringat jelas. Wajahnya terlihat memerah, tangannya gemetar.
"Buat apa kamu mau menonton itu, Bil?" tanya ibu Abil dengan nada tinggi.

"Abil hanya penasaran, Bu. Ada yang bilang filmnya sadis ya, Bu?" tanya Abil kembali.

"Bukan hanya sadis, Bil, tapi juga sudah seperti binatang!" ucap ibu Abil dengan geligi yang terdengar gemelutuk. Tangannya terkepal. PKI memang kejam!

"Sudahlah, Nak! Kamu boleh saja penasaran dan itu baik. Kamu pun harus tahu sejarah dan Ibu tidak menyalahkan keinginanmu itu. Hanya saja ...," ucapan ibu Abil menggantung dan membuat Abil bertambah penasaran.

Abil sedikit kecewa dengan ucapan ibunya, lalu pergi meninggalkan ibunya sendiri di sana. Ruang tamu menjadi senyap kembali. Di ruang tamu, masih terlihat ibu Abil yang masih tertunduk, matanya menyiratkan kesedihan menatap pintu kamar Abil. Di balik pintu kamar itu ada Abil yang menutup kepalanya dengan bantal dia tidak ingin mengingat ucapan ibunya tadi.

"Aku harus menonton film itu!" tekad Abil kuat.

"Bagaimana pun caranya, aku harus menonton. Biar aku enggak penasaran lagi!" ucapnya kembali.

***
"Eh, Bil, hari ini kita akan nonton bareng loh di aula," ujar Rendra kepada Abil. Wajahnya terlihat murung. Rendra yakin kalau teman sebangkunya itu sedang sedih.

"Nonton apa? Aku sedang enggak tertarik!" jawab Abil ketus.

"Yah, kata bu Maya sih nonton film G 30 S PKI," ucap Rendra.

Sontak saja Abil langsung mendonggakkan dagunya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan