Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... write and share for empowering, peace and justice

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.online | www.pikir.net | www.globalwarming.web.id | www.minahasa.xyz | www.mimbar.online |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Buruh Aksara dan Bangunan Keabadian

1 Mei 2021   19:49 Diperbarui: 14 Mei 2021   18:17 87 15 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Buruh Aksara dan Bangunan Keabadian
alamy.com

Fajar menyingsing, waktu menyapa sang buruh yang baru selesai melepas mimpi. Diambilnya gawai, dipungutnya aksara-aksara tak bertuan. Lalu, digambarnyalah sketsa tentang kerangka bangunan fiksi. Dari beranda hingga dapur. Dari kamar mandi hingga kamar tidur. Fondasinya adalah fakta, rasa dan nalar, dan juga imaji. 

Tuan dan nyonya tak sabar menunggu. Merindu sebuah karya. Bangunan peneduh raga yang lelah diterpa problema. Bangunan tempat memadu romansa hingga elegi. 

Bergegas, sang buruh mencipta karya. Diaduknyalah aksara dan angka. Dibangunlah tembok-tembok kata dari batu aksara dan diksi-diksi terbaik. Kata-kata disusun rapih menjadi dinding-dinding kalimat yang menyekat ruang bait. 

Lantai bangunan itu dibuatnya dengan campuran pasir aksara dan angka, yang berpadu erat oleh semen konjungsi.  Dipilihkannya judul terbaik untuk atap-atap bangunan. Lukisan warna-warni metafora menghiasi bangunan itu. Akhirnya, selesailah rumah literasi dengan ruang-ruang bait yang serasi.

Tuan-tuan penghuni bangunan itu, terheran-heran. Sang buruh aksara tak mau menerima upah lembaran-lembaran rupiah yang melebihi standar negara. 

Kata sang buruh, "upahku adalah selembar keabadian dari bangunan aksara, serta seberkas senyum, setitik semangat dan kidung harmoni kehidupan yang lahir dari bangunan abadi ini."

#Selamat hari buruh para buruh aksara.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x