Mohon tunggu...
Marcko Ferdian
Marcko Ferdian Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pencinta Monokrom dan Choir

Indonesian๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ || Love what you have || 3rd Generation || a dreamer || Kompasianer pemula

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Menggaet Suara Kaum Muda di Tahun Politik 2024

4 Januari 2023   21:22 Diperbarui: 6 Januari 2023   20:28 835
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Pemilu/By by Element5 Digital/Sumber: pexels.com

Pertarungan politik kali ini memang tidak terlalu berbeda sistemnya karena seperti tahun-tahun sebelumnya Pemilu dilakukan dengan asas Jujur, Adil, Bebas dan Rahasia. Di sisi lain setiap Parpol mulai merancang strategi untuk memenangkan perolehan suara bahkan ada pula yang sudah menetapkan calon presidennya dengan mantap.

Sekalipun sistemnya tetap sama, pesta demokrasi lima tahunan ini akan memiliki warna baru karena dilangsungkan di tengah pandemi dan juga hadirnya pemilih-pemilih muda yang akan mendominasi hak suara.

Kristanto dalam tulisannya menyebutkan bahwa terdapat dua hal menarik di tahun depan ketika Indonesia melaksanakan pesta demokrasi yakni dominasi hak suara kaum muda dengan rentang usia 17-39 tahun, dan disrupsi akibat efek pandemi melalui ruang-ruang digital yang mana ruang-ruang tersebut dikuasai betul oleh kaum muda Indonesia.

Dengan demikian maka semua aktor politik yang akan bertarung harus berhati-hati memainkan perannya sebab anak muda memiliki idealis tersendiri untuk menyeleksi dan memilih siapa wakil mereka nantinya lewat track record yang dipublikasikan para aktor baik melalui media sosial maupun platform digital lainnya.

Jejak digital memang berbekas dan dari bekas tersebut orang akan melacak, menilai dan memilih siapa saja yang dirasa pantas untuk menduduki jabatan-jabatan publik.

Survei lembaga CSIS memberi catatan penting bahwa di tahun 2024, sebanyak 60 persen pemilik hak suara berasal dari kaum muda dengan kata lain 60 persen tersebut setara dengan 190 juta suara yang sah secara hukum untuk menentukan pilihan. Jumlah yang tidak sedikit bukan?

Vote sign/By cottonbro studio/Sumber :pexels.com
Vote sign/By cottonbro studio/Sumber :pexels.com

Efek Pandemi dalam Tahun Politik

Dalam beberapa tahun terakhir pandemi Covid-19 memberi perubahan yang cukup fundamental teristimewa dalam hal komunikasi.

Jika sebelumnya komunikasi dilakukan dengan tatap muka langsung, saat ini komunikasi dapat dilakukan melalui platform-platform digital dan langsung menyentuh sasaran yang dituju tanpa dibatasi ruang dan waktu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun