Mohon tunggu...
Luna Septalisa
Luna Septalisa Mohon Tunggu... Administrasi - Long-life learner

Lahir 1 September 1994 | Perempuan Introvert | Suka membaca, menulis, dengar musik, berenang | Amatiran yang masih belajar menulis | kunjungi : https://lunaseptalisa.wordpress.com/ (blog pribadi) | email : lunasepta@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tuhan, Bolehkah Aku Marah?

15 Juli 2021   13:08 Diperbarui: 15 Juli 2021   13:29 104 26 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tuhan, Bolehkah Aku Marah?
ilustrasi marah hingga merasa stres | photo by David Garrison from pexels

Akhir-akhir ini aku tidak tahu lagi mengapa masih ada pagi,
saat cahaya matahari tak sanggup menyibak kelam di wajah Ibu Pertiwi
Ia terluka tapi tak kuasa menolak jasad-jasad yang diantarkan padanya

Akhir-akhir ini aku tidak tahu lagi mengapa aku harus bernafas,
saat satu per satu tumbang karena tak lagi mampu menghirup oksigen bebas
Sementara tabung oksigen susah didapat, saat didapat segalanya sudah terlambat

Akhir-akhir ini aku tidak tahu lagi apa guna aku berbahasa,
saat kata-kata bisa dipermainkan sesukanya
Bagiku, istilah hanyalah riasan untuk memoles penyangkalan

Tuhan, mengapa kini terbit kemarahan setelah kesedihan?
saat mendengar berita kehilangan
saat mobil jenazah membawa anggota keluarga atau tetangga menuju peristirahatan

Tuhan, bolehkah aku marah?
pada siapa saja yang menganggap nyawa manusia begitu murah
mengebiri empati demi lembaran-lembaran rupiah

Tuhan, bolehkah aku marah,
lalu mengutuk para bedebah dengan sumpah serapah? 

15/07/2021

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x