Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Jangan Lepaskan Harapanmu

23 Agustus 2017   06:10 Diperbarui: 23 Agustus 2017   21:13 938
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

"Rein...bangun, Sayang. Sudah pagi. Ayo kita shalat."

Dengan lembut, Tuan Calvin membangunkan Reinhart. Anak lelaki berparas tampan itu bergumam kecil dalam tidurnya. Tanpa sadar menyentuh tangan Tuan Calvin.

"Bentar lagi Papi."

Senyuman tak dapat ditahannya. Reinhart memanggilnya Papi?

Sekali lagi, Tuan Calvin mencoba membangunkan Reinhart. Tetap lembut dan sabar. Reinhart sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri. Sebaliknya, Reinhart menganggap Tuan Calvin sebagai Papi kedua.

Akhirnya Reinhart terbangun. Ia keheranan menatap selimut yang menutupi tubuhnya. Seingatnya, ia tidur tanpa selimut. Lantas...

"Om Calvin yang selimutin Rein ya?" tebaknya.

"Iya, Sayang. Semalam Reinhart kelihatannya kedinginan."

Reinhart mengangguk paham. Matanya setengah terpejam, bersiap tidur lagi. Namun Tuan Calvin buru-buru mencegahnya.

"Eits, jangan tidur lagi. Sudah Subuh. Kita shalat berjamaah ya?"

"Iya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun