Mohon tunggu...
Khoirul Taqwim
Khoirul Taqwim Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Peneliti Tentang Kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Duka Kanjuruhan Menguras Air Mata

16 Oktober 2022   05:27 Diperbarui: 16 Oktober 2022   06:26 726
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com


Dengan memenuhi langit bersama do'a-do'a
Untuk mereka yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan yang menguras air mata duka
Ketika tiang-tiang nafas sudah tinggal sejengkal di leher-leher mereka yang terluka
Aku melihat air mata membanjiri negeri para pencinta sepak bola

Ketika tangis dan nyawa sudah pecah di tengah-tengah stadion Kanjuruhan
Aku menatap kesedihan bercampur udara yang penuh sesak gas air mata
Namun kini semua tinggal cerita duka lara  yang tak tersisa di antara luapan gas air mata
Jika engkau memandang ini tragedi kemanusiaan
Untuk siapa tragedi nyawa harus hilang di telan gemuruh sorak sorai olah raga sepak bola
Riuh penonton berganti dengan sepi udara aroma kematian
Untuk apa tragedi harus terjadi di tengah kebahagiaan sepak bola
Hanya air mata duka kini sisa tragedi Kanjuruhan
Antara air mata dengan luka menjadi satu warna di langit duka cita
Namun kini semua tinggal kisah duka membanjiri langit Malang yang penuh lara

Mengapa tragedi Kanjuruhan bisa terjadi
Entah apa yang terpikir tragedi Kanjuruhan hingga menelan ratusan nyawa melayang
Namun semua sudah terjadi dalam duka lara
Garis Tuhan tak dapat dibantah
Untuk mereka yang terluka dan tiada
Ranum kesedihan ini rasa jiwa atma
Antara kesedihan dengan luka menyatu di tubuh-tubuh kehidupan
Sakit lara sampai nyawa sirna di telan tragedi kemanusiaan

Aku membaca tragedi Kanjuruhan di berbagai media
Ini rasa hati terasa terluka melihat keadaan yang penuh nestapa
Rasa di jiwa begitu sakit melihat keadaan Kanjuruhan yang penuh pilu kesah duka cita

Maka sudah kewajibanku berdo'a untuk mereka yang menjadi korban di tragedi Kanjuruhan
Antara duka dan lara biarkan menyatu dalam sejarah untuk pembelajaran tentang olah raga sepak bola
Tetapi ini hati tak dapat menghilangkan rasa duka lara
Aku tetap melihat Kanjuruhan sebagai tragedi kesedihan yang menyengat di dada para pecinta sepak bola di manapun engkau berada

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun