Mohon tunggu...
Murni KemalaDewi
Murni KemalaDewi Mohon Tunggu... Lazy Writer

Looking for place to write

Selanjutnya

Tutup

Novel

Pemberontakan Cinderella

23 Mei 2019   05:40 Diperbarui: 23 Mei 2019   05:58 0 1 2 Mohon Tunggu...

DURI LANDAK X

Erick berdiri di depan meja belajar Ivan sambil mengamati sepatu Aya. Ia meneliti sepatu itu dengan seksama. Lagaknya bak detektif yang sedang mencari clue. Sementara Ivan hanya tersenyum melihat ulah Erick sambil tetap asyik mengamati map yang tadi pagi diberikan Harun.

"Jadi gadis itu hanya meninggalkan sepatu ini sebagai barang bukti. Mmm... sangat misterius. Benar-benar sebuah misteri"

Ivan geleng-gelang kepala mendengar perkataan Erick.

"Gadis itu seperti Cinderella. Namun dalam versi lebih modern" kata Erick. Erick lalu menatap Ivan, "Apakah menurutmu gadis itu melarikan diri karena kereta kencananya sudah berubah menjadi labu?" tanyanya.

Ivan tertawa kecil tanpa mengalihkan pandangannya dari map,

"Setahuku dalam dongeng Cinderella, kereta kencana akan berubah menjadi labu pada jam 12 malam." Ivan menatap Erick, "Sedangkan gadis itu sudah menghilang jam 9.15 malam "

Erick mengangkat kedua bahunya tak acuh,

"Yah mungkin saja kan gadis itu menggunakan labu dengan kualitas kelas 3. Padahal untuk bisa mencapai jam 12 malam dan agar sihir bisa bekerja dengan sempurna, setidaknya gadis itu harus menggunakan labu dengan kualitas ekspor"

"Kau ada-ada saja" tawa Ivan.

Ivan masih mengamati map di tangannya. Sementara Erick masih asyik mengamati sepatu itu. Tiba-tiba ia meraih sepatu itu dan membantingnya ke lantai. Ivan spontan mengangkat kepala dan menatap Erick heran,

"Apa yang sedang kau lakukan?!" tegurnya.

Erick kembali memungut sepatu itu. Ia menatap sepatu itu dengan wajah bingung,

"Tidak pecah?!" katanya dengan heran. Ia lalu menatap Ivan, "Kau yakin ini dongeng Cinderella. Bukankah seharusnya Cinderella itu memakai sepatu kaca? Tapi kenapa sepatu ini tidak pecah? Takutnya ini bukan cerita Cinderella, namun merupakan salah satu episode dalam series CSI! Mungkin saja gadis itu merupakan kriminal yang ditugaskan memikat Pangeran Ivan. Apa perlu aku menelfon Gil Grissom? Kebetulan aku adalah teman main bolanya. Atau jangan-jangan sepatu ini terbuat dari kaca anti pecah sekaligus anti peluru?! Atau... ahaaa... ini lebih mungkin lagi. Jangan-jangan gadis itu alien! Dan sepatu ini merupakan teknologi terbaru dari planet lain. Gadis itu pasti seorang sales di planet itu. Dia saat ini sebenarnya sedang berniat untuk berjualan sepatu ke bumi. Mmm... penuh teka teki dan sangat misterius" kata Erick dengan gaya berfikir keras. "Gadis itu sebenarnya sedang menyusun drama komedi, misteri, horror, science fiction atau drama percintaan?"

Ivan mendengus menahan tawa. Ia meremas selembar kertas yang ada di sampingnya hingga membentuk bola dan melemparkan kertas itu pada Erick,

"Tutup mulutmu!" katanya kesal.  

Erick mengelak dari lemparan kertas itu sambil tertawa kecil. Ivan geleng-geleng kepala dan kembali menatap map di tangannya. Erick mendekati Ivan. Ia kembali meletakan sepatu itu di atas meja dan menatap Ivan dengan wajah serius,

"Apa rencanamu, Bro? Apa kau berniat untuk mendatangi semua gadis yang ada di dalam daftar itu sambil membawa sepatu ini? Atau kau ingin mengadakan sayembara 'Pangeran Ivan mencari istri' dan menikahi gadis yang kakinya muat di sepatu ini. Apa tidak sebaiknya kau lebih berhati-hati. Mungkin saja gadis ini seorang penipu"

Ivan berhenti membaca dan menatap Erick dengan serius,

"Aku tidak tahu. Entah kenapa gadis itu menghantui pikiranku. Mungkin saja aku hanya sekedar penasaran dan ingin mengenalnya. Apa lagi semalam dia pergi dengan cara seperti itu. Aku tidak peduli apakah dia seorang penipu atau seorang Cinderella. Setidak-tidaknya aku harus mengembalikan sepatu ini pada pemiliknya"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13