Mohon tunggu...
Jessyka Malau
Jessyka Malau Mohon Tunggu... Psikolog Klinis

Penikmat musik dan kopi hitam

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Keniscayaan

30 September 2019   14:36 Diperbarui: 30 September 2019   18:06 67 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Keniscayaan
unsplash.com/@eduardmilitaru

Jutaan butiran hujan begitu dingin merongrong bumi.
Merebak wangi ratusan bunga menyelimuti dada.
Harumnya memabukkan jiwa.
Bersorak-sorailah ribuan asa sembari mengintip jendela, "Lihat, dia t'lah tiba!"

Terdengar seruan,
"Aku pria bertangan hampa!
Sebutir janji tak ada padaku.
Sebongkah cinta takkan kau temukan di diriku."

Sebuah suara membalasnya,
"Mungkinkah siang mampir merayu bulan yang terlelap?
Atau bolehkah malam merengut tatkala mentari berpaling?"


Keniscayaan adalah rumahku.
Kala kemustahilan mengetuk, pintunya diam seribu bahasa. Terkunci rapat tanpa celah.

Keniscayaan adalah namaku.
Bila masa depan mengundang, aku yakin yang menuliskannya bukanlah dirimu.

Jakarta, 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x