Mohon tunggu...
Nina BSA
Nina BSA Mohon Tunggu... Akuntan - Equal Means Equal

ali_nadirah@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Hujan 1999

22 Oktober 2017   19:32 Diperbarui: 24 Oktober 2017   23:53 1512
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Kamu kenapa nangis?." Nadia menoleh pelan ke arah suara itu dan langsung memalingkan wajahnya. Nadia kembali menangis, kali ini tangisannya mengecil.

"Kamu jangan ujan-ujanan. Nanti kamu sakit lho." Kata Rio dan berjalan mendekat dan memayungkan Nadia.

Nadia berdiri dan ikut berpayungan. Pakaian Nadia tampak kotor karena tanah. Kedua telapak tangan Nadia pun ikut kotor.

"Aku Rio. Nama kamu siapa?."

"Nadia." jawab Nadia setengah menangis.

"Rumah kamu di mana?." tanya Rio dan Nadia menunjuk rumahnya yang tepat di belakang mereka. Lalu mereka berdua berjalan ke arah rumah Nadia. Namun karena kondisi tanah yang licin mambuat Nadia terpeleset ke tanah basah itu. Rio menarik tangan Nadia, tapi Rio malah ikut terjatuh. Mereka berdua malah tertawa dan saling dorong. Dan sejak saat itu Nadia dan Rio berteman akrab sampai sekarang.

***

Nadia menyereput tehnya di kafe dekat kantor Rio bekerja yang biasa mereka kunjungi. Setelah sekitar sepuluh menit  kemudian, Rio datang.

"Eh sorry sorry gue baru dateng. Ujannya deres banget." kata Rio dan langsung duduk.

"Iya nggak apa-apa. Lo jadi bantuin gue 'kan?." tanya Nadia.

"Gue nggak ngerti tentang desain sih, tapi masa sahabat sendiri nggak dibantu. Sini-sini gue liat kerjaan lo." jawab Rio. Kini mereka sedang mendiskusikan tentang gaun rancangan Nadia yang dibantu Rio. Selama diskusi, Nadia melihat ke arah Rio serius. Ia melihat dengan seksama orang yang telah ia cintai selama ini. Ya. Nadia memang mencintai Rio sejak lama. Setiap perhatiannya tercurah pada sahabatnya. Semua keluh kesah Nadia ia ceritakan pada Rio, bahkan tanpa harus memberi tahu, Rio dapat menebak suasana hati Nadia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun