Mohon tunggu...
Nina BSA
Nina BSA Mohon Tunggu... Akuntan - Equal Means Equal

ali_nadirah@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Hujan 1999

22 Oktober 2017   19:32 Diperbarui: 24 Oktober 2017   23:53 1512
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Nadia menatap ayahnya lirih dan mulai memalingkan wajahnya. Nadia memenjamkan matanya. Bulir air matanya berjatuhan begitu saja. Nadia memegangi dadanya, kini rasanya sangat sakit. Isakan tangis Nadia terdengar ke telinga ayah. Membuat ayah merasa sangat bersalah. Ayah mencoba untuk memeluk Nadia, tapi belum sempat ayah meraihnya, Nadia berbalik badan dan langsung memeluk ayah.

"Pah.. aku kangen banget sama Nabilah.. aku kangen pah.." kata Nadia sambil menangis.

Ia meneggelamkan wajahnya pada bahu sang ayah. Ia menangis sejadi-jadinya. Ini membuatnya teringat kejadian delapan belas tahun yang lalu. Ketika Nadia menangis di pundak yang sama dengan perasaan yang sama.

***

Hari ini pencarian Nadia dimulai. Nadia mengunjungi panti asuhannya yang dulu pernah ia tempati selama tujuh tahun bersama Nabilah. Tempatnya sudah tidak seperti yang dulu. Kondisi bangunannya sudah tak sebagus yang dulu. Ia melewati taman, tempat biasa ia bersama Nabilah bermain dulu.

DRR!

From: Rio

Nad, sabtu sibuk nggak.?

Nadia memasukkan ponselnya cepat ke dalam tas. Ia terlalu malas meladeni Rio. Nadia terlalu sakit saat ini. Ia tidak mau fokusnya mencari Nabilah terbengkalai, sama seperti hatinya saat ini.

DRR!! DRR!! DRR!!

"Halo. Iya pah.. iya aku udah sampe kok.. oke oke.. iya aku mau minta alamatnya juga.. oke pah, makasih." telepon dari ayah membuat semangat Nadia bertambah berkali lipat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun