Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Pegawai Swasta

Pemerhati sosial dari sudut pandang kedai kopi/penikmat sastra/penonton huru hara politik.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Sekeping Koin

18 September 2020   09:58 Diperbarui: 18 September 2020   10:07 293 78 17 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Sekeping Koin
Dok. pribadi

Sekeping koin jatuh dari saku celana, kusapa pemiliknya dan dia hanya bergegas berlalu, orang-orang tak perduli hal kecil sebelum menjadi besar, orang-orang tak perduli makna sebelum sirna.

Sekeping koin bergulir di bawah meja, terhenti dengan sisi bergambar burung garuda, orang-orang tak berhenti bertaruh sebelum jatuh, orang-orang tak berhenti bergaduh sebelum rubuh.

Sekeping koin masih berada di bawah meja, masih berada di situ berhari lamanya seperti terlupa, orang-orang tak melihat nilainya sebelum dekat, orang-orang tak melirik gunanya sebelum butuh.

Sekeping koin kini diapit jemari renta, berkilau senyum berbalut syukur senantiasa.

Tak kuasa memandang, aku hanya berkata 

"Bapak, aku mau bercengkrama."

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
18 September 2020