Mohon tunggu...
Sahabat Husnil
Sahabat Husnil Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Saya bernama Husnil Mubarak, berasal dari Kota Parepare, daerah yang sangat kecil namun sering di sebut Tana Uddani (bahasa bugis) yang berarti tanah yang selalu di rindukan. Memang Kota Parepare di apit oleh tiga daerah yakni Pinrang, Sidenreng Rappang dan Barru.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Keadaan

20 Januari 2022   23:15 Diperbarui: 20 Januari 2022   23:58 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. (Uinus.ac.id)

Adzan mulai berkumandang di mesjid-mesjid
Menandakan tiba waktu shalat telah tiba
Aku masih duduk diwarkop kopi
Menikmati kendaraan lalu lalang

Wajahku mengepungku
Dari diam-kediam
Wajahmu mengepungku
Dari lapar kelapar

Lagunya berdentang
Menemani hirup udara sore
Sebelum hilang
Berganti angin malam

Lagu ini
Buatku termenung
Tergerak hati untuk bergerak
Mengambil air wudhu

Sebelum berdiri diatas sajadah panjang
Aku beristighfar hela nafas panjang
Sebelum bersujud
Aku mengingat dosa-dosa

Salam pun tiba
Aku masih terjebak
Meratapi dosa
Dosa di hari kemarin

Apakah hari esok masih bisa bersujud
Apakah hari esok sudah terbungkus kain kafan

Apakah besok hari esok masih mampu nikmati kopi
Dan masih adakah waktu untuk menebus dosa?

Aaaaaahhhhh...
Teriakku dalam hati

Ternyata...
Aku tersadar dari lamunan
Hingga adzab kembali berdengung
Dengan musik berdentang kencang
Menandakan malam telah larut

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun