Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Cerita Nongkilogi kopi

3 November 2020   02:28 Diperbarui: 3 November 2020   02:30 63 18 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Cerita Nongkilogi kopi
Dokpri foto warung kopi

Kopi pahit. Tapi tak pahit. Karena disini lepas. Loss doll. Bersama caffein. Enjoy nongki bersama kopi.

Bersamamu mencari solusi. Agar tak buntu. Agar cerah. Agar inspirasi ini hadir. Berdua bersama secangkir kopi.

Bukan cari masalah. Bukan pula buang waktu percuma. Ini Nongki. Ini Ngopi. Mencari inspirasi. 

Ngopi ini bukan menyerah. Ngopi ini melepas. Buat apa menumpuk perkara dikepala. Taruhlah. Bebanmu bukan untuk dibawa bawa. Bukan untuk dirasa sendiri. Bukan pula untuk dipikul dan diwara wara. Tapi untuk dibagi, bersama butir butir lembut kopi ini.

Jangan kau ghibah mereka yang Nongki. Kau anggap ini selingkuh. Kau beri merk sejuta rasan rasan. Bolehlah kau anti ngopi. Tapi kopi menawarkan sejuta pilihan. Kenapa kau tolak?

Kopi ini setia. Kopi ini warna. Kopi ini sahabat sejati. Dikala duka. Dikala lesu. Lebih baik ngopi untuk cari solusi dan inspirasi. 

Ku undang dirimu untuk ngopi. Datanglah untuk curahan hati. Ini tentang duduk bersama. Mendengar dan bertukar rasa. 

Pagi akan jadi semangat. Siang akan jadi obat. Malam akan menjadikan terjaga. Disini ada sinergi. Ada langkah. Bukan untuk ungkit masa lalu. Tapi untuk hidup lebih hidup. 

Masih ada lembar selanjutnya. Torehlah keindahan disana. Bersama, dalam harumnya secangkir kopi.

Tlatah Bumi Tumpang, Subuh Pagi, 3 November 2020 oleh Eko Irawan.

Nongki : duduk nongkrong ditemani kopi

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x