Mohon tunggu...
Irpanudin .
Irpanudin . Mohon Tunggu... Petani - suka menulis apa saja

Indonesianis :) private message : knight_riddler90@yahoo.com ----------------------------------------- a real writer is a samurai, his master is truth, his katana is words. -----------------------------------------

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

4 Faktor Pembeda yang Membuat Argentina Juara Piala Dunia 2022

18 Desember 2022   21:24 Diperbarui: 18 Desember 2022   22:57 412
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Piala Dunia 2022 akhirnya mencapai puncaknya. Ratusan juta pasang mata pecinta sepakbola di seluruh dunia menyaksikan dengan hati berdegup, berharap tim kesayangan dan pemain pujaannya mengangkat trofi lambang supremasi sepakbola dunia.

Peluang kedua tim yang menginjakkan kaki di Final relatif sama besar. Dari kualitas pemain, racikan strategi, kedalaman skuad, sangat seimbang dan menjanjikan pertandingan yang berkualitas. Sulit ditebak siapa yang akan memenangkan pertandingan.

Prediksi google menunjukkan Argentina sedikit lebih unggul dengan peluang menang pada waktu normal 36%, di atas Prancis yang mengantongi angka 34%, 30% sisanya memprediksi terjadi perpanjangan waktu untuk menentukan pemenang. Situs judi dunia bet365 juga menunjukan keunggulan untuk Argentina di angka 2,75, sementara prancis 2,8 dan peluang seri 3,0.

Sebagai informasi, tim yang diunggulkan akan memberikan nilai pengembalian taruhan yang semakin kecil. Jadi jika anda bertaruh Rp. 1,000, anda akan mendapat uang kemenangan Rp. 2.750 jika bertaruh untuk Argentina dan Argentina menang, dan Rp. 2.800 jika bertaruh untuk Prancis.

Meskipun Prancis bukanlah lawan yang ringan, Piala Dunia kali ini memberi banyak alasan untuk Argentina mengangkat trofi. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi faktor utama bagi kemenangan argentina di final Piala Dunia 2022.

1. Lionel Andres Messi

Alasan pertama tentu saja keberadaan pemain bernomor punggung 10 di Argentina. Kualitas permainan dan kepemimpinannya pada piala dunia kali ini luar biasa. Semangatnya dan keinginannya untuk memberikan gelar prestisius untuk Argentina terlihat jelas pada saat melawan Belanda di perempat final.

Meski pun sempat mengalami kekalahan mengejutkan dari Saudi Arabia pada pertandingan pertama, dan gagal penalti pada pertandingan ketiga, Messi tetap bermain pada level tertingginya di usia 35 tahun. Umpan-umpannya yang terukur dan imajinatif selalu membahayakan, sepakan langsungnya kerap mengancam gawang lawan. Di penghujung kariernya, yang mungkin menjadi pertandingan terakhirnya untuk Argentina, dia tidak hanya akan memberikan 100% energinya untuk Albiceleste, bahkan lebih. Seperti hewan liar yang tengah terpojok, situasi ini yang akan membuat Messi sangat berbahaya.

2. Tim yang padu dan saling melengkapi.

Selama keberadaan Messi di Timnas Argentina, belum pernah Messi mendapatkan tim yang komplit dan saling melengkapi satu sama lain. Messi memang masih menjadi sosok yang tidak tergantikan, tapi Argentina tidak lagi tergantung pada seorang Messi. Ketika Messi kesulitan dengan pengawalan ketat tim lawan, pemain lain hadir menentukan kemenangan.

Di depan, Messi mendapat partner muda yang secara alami dan mengejutkan, muncul sebagai pendamping ideal bagi Messi. Julian Alvarez cepat, bertenaga dan memiliki daya ledak mematikan, melengkapi Messi yang sangat klinis dalam mengolah bola. Demikian halnya di tengah, sosok muda Enzo Fernandez tiba-tiba saja muncul, tampil cemerlang dan tidak tergantikan semenjak menjadi pemain pengganti dan mencetak gol saat melawan Meksiko. Di belakang, tandem Ancuna, Romero dan Otamendi sangat solid. Di bawah mistar Argentina, Emiliano Martinez terbukti tangguh menjalankan tugasnya sebagai tembok terakhir. Selama ini penjaga gawang menjadi titik lemah Argentina hingga kehilangan gelar Copa Amerika dua kali berturut-turut lewat adu penalti.

Tujuan para pemain Argentina juga sangat unik. Baru pertama kali dalam sejarah, setiap pemainnya ingin memenangkan piala dunia untuk kaptennya.  Mereka ingin agar Messi bisa menyempurnakan karier cemerlangnya sebagai pemain sepakbola dengan meraih gelar Piala Dunia.

3. Grafik permainan dan mentalitas tim yang cenderung menanjak.

Kekalahan melawan Arab Saudi seolah menjadi berkah bagi Argentina. Pukulan telak itu menjadi titik nadir bagi seluruh awak tim Argentina. Wajah penyesalan dan tekanan mental menaungi tim seusai pertandingan. Di pertandingan kedua saat melawan Meksiko beban berat mengenakan seragam putih biru terlihat sangat jelas, hingga Messi mencetak gol pembuka.

Semenjak itu, Argentina seolah lepas dari kerangkengnya. Permainan kelas dunia yang ditunjukan oleh Argentina saat menaklukan lawan-lawannya. Terlebih saat melawan Belanda, mentalitas juara Argentina sangat menentukan kemenangan ketika 2 golnya berhasil dikejar dan harus melewati babak adu penalti. Kroasia yang semenjak Piala Dunia 2018 silam menunjukan kualitas mental mumpuni pun, dihajar 3-0 di semifinal. Di sebuah pertandingan final kelas dunia ketika fisik dan teknik seimbang, mentalitas ini bisa menjadi faktor penentu kemenangan.

4. Suporter yang luar biasa

Ya,... suporter memang tidak terlibat dalam permainan langsung di lapangan. Tetapi, sejarah membuktikan bahwa energi yang dibawa suporter tim sepakbola bisa menular ke tengah lapangan permainan. Selama gelaran piala dunia 2022 ini, energi yang seolah tidak ada habisnya ditunjukkan oleh suporter Argentina. Tidak hanya mereka yang berada di tribun penonton menyaksikan langsung timnas Argentina bertanding, tapi pendukung Argentina di seluruh dunia menjadi semacam generator energi bagi para pemain yang bertanding mengenakan seragam Albiceleste.

Apakah keempat alasan-alasan tadi bisa membawa Argentina juara? Tentu saja setiap orang punya analisa dan alasan untuk menjadikan tim jagoannya menjadi pemenang. Malam ini, tepat pukul 22.00 WIB, kick off pertanda dimulainya pertandingan final antara Argentina dan Prancis akan dibunyikan. Sejarah akan membuktikannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun