Mohon tunggu...
Danu Supriyati
Danu Supriyati Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis lepas

Ibu rumah tangga yang tadinya berprofesi sebagai guru formal. Memilih resign untuk menjadi madrasah bagi anak - anak di rumah dan menekuni dunia literasi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ketika Dompet Kosong

7 September 2022   14:58 Diperbarui: 7 September 2022   15:05 66 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Peluh semakin membanjiri dahi
Kaki-kaki lusuh mulai merapuh
Kedua bahu menanggung beban galas
Membawa setumpuk pisang dan talas
Tanpa dilirik sedikit pun oleh mereka

Keju dan kue menggeser selera lidah
Perut memilah olahan sesuai harga
Kali ini, siang seolah melambat
Belum ada tangan yang merapat
Jemari keriput meraba ke dalam saku

Seperak pun tidak ada jejaknya
Air dalam botol sudah tandas dari tadi
Pandangannya jatuh pada warung seberang jalan
Yang menyuguhkan minuman dingin
Terbayang kesegaran pelepas dahaga

Sejenak lelah menguap
Tubuh rentanya kembali bergerak
Hingga sepasang mata memberi isyarat
Menginginkan dagangannya untuk buah tangan
Seketika gelora menyala

Selembar uang merah pun diterima
Atma berbisik gembira
Ingin secepatnya pulang ke rumah
Setidaknya hari ini periuk akan terisi
Meski dompet kembali kehilangan penghuni

Kebumen, 7 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan