Mohon tunggu...
Anjar Anastasia
Anjar Anastasia Mohon Tunggu... Penulis - ... karena menulis adalah berbagi hidup ...

saya perempuan dan senang menulis, menulis apa saja maka lebih senang disebut "penulis" daripada "novelis" berharap tulisan saya tetap boleh dinikmati masyarakat pembaca sepanjang masa FB/Youtube : Anjar Anastasia IG /Twitter : berajasenja

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Selalu Mengagumimu dalam Kepulanganmu

11 September 2021   13:29 Diperbarui: 11 September 2021   13:33 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Terbangun sesaat pagi, sadarku buaian mimpi itu telah pergi.

Tak ada batas cerita ketika mataku menyatakan menggeliatlah untuk hari ini. Bayangmu masih mengalir pada hembusan nafas, pada aliran darahku

Lalu, ketika mentari menghantarkan siang, aku tahu bahwa langkah kaki ini harus segera berlalu. Meneruskan cita, mewujudkan mimpi.

Tapi, begitu ku sadar tak ada sandaran bahumu yang siap hadir untukku, aku lunglai, tak peduli siang yang kian meninggi. Kian sadarkanku mimpi semalam memang telah pergi.

Maka serempak menuju senja, aku kian tertatih meneruskan sisa hari.

Bagiku percuma menyelesaikannya bahkan jika harus merangkak dengan kedua lututku. Sesalku nan panjang, tak sempat menangkap dengan pasti  uluran tanganmu tiap kali sukmaku sesak begini.

Dan..., begitu malam menutupi bumi, kulihat bayangmu kembali menari.

Tidak ada suara. Tidak ada kalimat. Cuma senyum manis terkias, tertumpah padaku. Pada diammu itu aku tahu, kau tiada kan jemu ulurkan tangan. Mencoba membelaiku, tenang. Utarakan yang mestinya kau hadirkan saat tangan kita bisa saling bergenggam rasa.

Pujaan.., ragamu boleh pergi. Hatimu boleh tak sempat kudapat.

Tapi..., dalam bening malam dan di setiap mimpi, aku tahu..., kau selalu ada untukku. Apa pun yang kulaku, bayang hadirmu adalah untuk menguatkanku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun