Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat kata

Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Seorang Perempuan yang Pernah Menggenang dalam Ingatan

5 September 2022   19:56 Diperbarui: 6 September 2022   11:01 180 44 11
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. Sumber: Muhammad Elshiekh di Behance dari Pinterest

Kenangan itu kadang seperti air
Menggenangi ruang ingatan
Lalu pecah
Mengalir: Pada suatu tempat, di jalan, di sekolah, di ujung sebuah pertemuan; diwarnai sedikit pertengkaran

Tapi kadang hanya sampai di dalam angan

Debar yang tak berjawab kabar
Ngilu dalam dada
karena takada sapa yang bisa jadi cerita

Gerak jarum jam terasa begitu lambat
Seperti adegan slow motion dalam sebuah film

Sepintas terlihat romantis
Padahal itu  kumpulan gigil dan gerimis

Lalu waktu
Jarak
Lupa
Berserakan menjadi keping-keping

Sesekali tersangkut
Menjadi bahan cerita
Membuahkan senyuman

Ada seorang perempuan
Pada suatu masa

Pernah

***

Lebakwana, September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan