Mohon tunggu...
Supriyadi
Supriyadi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis, Pendaki gunung, Relawan Small Action, Petani Hidroponik

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Pendaki Perempuan yang Seorang Ibu Rumah Tangga Biasa

4 April 2024   09:57 Diperbarui: 4 April 2024   09:59 138
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Nama lengkapnya adalah Suwarlis. Dia lahir di desa Bedali kecamatan Lawang kabupaten Malang pada tanggal 4 Mei 1968. Masa kecilnya dihabiskan di desa kelahirannya Bedali. Saat ini dia masih aktif bekerja di sebuah perusahaan farmasi di kota Lawang. Dari kantor tempatnya bekerja inilah Suwarlis mulai mengenal dunia pendakian gunung yang digelutinya hingga saat ini.

Seperti umumnya ibu rumah tangga, berbenah dan bersih - bersih rumah sambil santai mendengarkan lagu-lagu nostalgia adalah kegiatan yang biasa Suwarlis lakukan di saat sedang liburan di rumah. Tapi siapa sangka perempuan yang suka olah raga senam ini ternyata memiliki hobi yang tidak sama dengan ibu rumah tangga yang lain, yaitu mendaki gunung. Sudah tak terhitung jumlah gunung yang telah dia daki bersama kawan -- kawannya para pendaki gunung dari komunitas Indrialoka Adventure di kantornya.

 

"Awalnya sederhana saja, bermula dari niat berolah raga sekaligus refreshing di alam bebas di hutan Kaliandra bersama teman, keluarga, dan dipandu oleh Indrialoka Adventure akhirnya saya keterusan menyenangi dunia pendakian gunung. Dan sejak bergabung dengan komunitas Indrialoka Adventure frekwensi kegiatan pendakian gunung saya lebih intensif lagi." Begitu antara lain yang diungkapkan Suwarlis tentang awal mula dia menyukai hobi mendaki gunung.

di puncak gunung Sindoro
di puncak gunung Sindoro


" Banyak hikmah dan pelajaran berharga yang bisa saya dapatkan dari kegiatan mendaki ini, selain bertafakur juga mengagumi betapa Maha Luas atas penciptaan-Nya. Ketika kaki langit dan dataran berjumpa, disitulah sesungguhnya letak keindahan yang di sembunyikan Tuhan. Dan itu bisa kita dapatkan ketika kita berada di ketinggian pada setiap pendakian" tutur perempuan yang sangat mengagumi Rasulullah dan berharap mendapat syafaatnya di akherat kelak.

 " Seperti filosofi kehidupan, untuk mencapai puncak tidaklah mudah, diperlukan semangat, proses perjuangan dan kerja keras. Ketika sudah sampai di puncak biasanya kita uforia bahkan terkadang lupa dengan segala kegembiraan. Satu hal yang harus kita ingat, tidak selamanya kita berada di puncak, suka tidak suka kita harus turun. Dan jalan turun tidak kalah pentingnya untuk kita persiapkan dengan baik. Pelajaran mendaki ini bisa juga kita terapkan dalam dunia pekerjaan, tidak selamanya kita akan menduduki sebuah jabatan, ada masanya dan ada saatnya kita juga akan purna." Terang Suwarlis mengenai pelajaran hidup yang didapat dari kegiatan mendaki gunung.

jangan lupa bawa turun sampahmu (dokumen pribadi)
jangan lupa bawa turun sampahmu (dokumen pribadi)

Pada dasarnya kegiatan mendaki gunung bisa dilakukan oleh siapa saja. Akan tetapi perlu persiapan ilmu yang matang sebelum mendaki. Hal ini karena kondisi di alam bebas itu serba tidak menentu, penuh tantangan dan bahaya yang bisa datang kapan saja. Jangan pernah meremehkan alam. Perubahan cuaca bisa terjadi kapan saja dan harus bisa mengatasi segala kemungkinan yang terjadi. Pendakian akan menyenangkan apabila kita mempunyai persiapan yang baik dan benar. Jadi dibutuhkan persiapan mental dan fisik yang benar -- benar matang sebelum mulai pendakian.

Persiapan yang harus dilakukan sebelum mendaki antara lain, pertama tentukan dengan siapa dan team mana kita akan pergi mendaki. Kedua mempersiapkan keperluan diri sendiri minimal keperluan pribadi yang prinsipnya tidak merepotkan orang lain. Ketiga, jika pendakian dengan team, selain persiapan fisik dengan latihan berolah raga, pertimbangkan kebutuhan logistik yang cukup, peralatan yang memadai dan kerjasama dengan team.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun