Mohon tunggu...
Ayah Farras
Ayah Farras Mohon Tunggu... Konsultan - mencoba menulis dengan rasa dan menjadi pesan baik

Tulisan adalah bagian dari personal dan tak terkait dengan institusi dan perusahaan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Lupa Makna Bisa Lupa Makan

1 Desember 2020   17:19 Diperbarui: 1 Desember 2020   17:33 373
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tak perlu penghakiman yang berlarut

Tengoklah ke kanan dan ke kiri

Asyik masyuk dalam rongrongan ajakan

Tapi lupa ketika ajakan telah bersambut

Perut tetaplah lapar

Wahai sang durjana berhentilah

Ajakanmu bermakna bias

Kami lapar tak bisa ditunda

Retorika ciptakan haus dan lapar

Walau upaya ganjal perut dengan kata-kata

Semua tak bermakna

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun