Mohon tunggu...
Arman Syarif
Arman Syarif Mohon Tunggu... Guru yang suka menulis dalam sepi ditemani kopi hitam

Berhentilah mengeluh. Mengeluh tak akan mengubah keadaan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Tuan-tuanku yang Terhormat, Jangan Lupakan Demokrasi Ekonomi

20 Maret 2019   10:17 Diperbarui: 20 Maret 2019   10:19 0 14 6 Mohon Tunggu...
Puisi | Tuan-tuanku yang Terhormat, Jangan Lupakan Demokrasi Ekonomi
Dokpri

Tuan-tuan yang terhormat, tolong jangan lupakan demokrasi ekonomi. Dua proklamator negeri jauh sebelumnya sudah ingatkan, bahwa untuk memakmurkan kehidupannya rakyat, untuk membumikan masyarakat adil dan makmur, demokrasi politik saja tak akan cukup. Aku masukkan dalam puisi ini, kata-kata itu sebagai pengingat.

"Demokrasi politik saja belum mencukupi, demokrasi politik itu masih perlu di-compleet-kan lagi dengan demokrasi ekonomi. Demokrasi politik saja belum cukup, yang mencukupi ialah demokrasi politik plus demokrasi ekonomi" kata Bung Karno.

"Di sebelah demokrasi politik harus pula berlaku demokrasi ekonomi. Kalau tidak, manusia belum merdeka, persamaan dan persaudaraan tidak ada" kata Bung Hatta.
Hendakkah tuan-tuan menjadikan bangsa ini sebagai bangsa pelupa, sementara para pendahulu telah memberi ingatan! Mereka sudah menitipkan jalan terang untuk negeri.

Tolong tuan-tuan yang terhormat, jangan hanya sibuk urus demokrasi politik. Ini bukan pinta semata, UUD telah menggariskan, ingatlah kembali pasal 33. Aku tuliskan puisi ini, ketika resahku bertahta, karena di mataku yang nampak di sana-sini hanya pancaran sinar terang demokrasi politik saja, demokrasi ekonomi nyaris meredup.

(Catatan langit, 20/03/19)