Mohon tunggu...
Katak kecil
Katak kecil Mohon Tunggu... Mahasiswa - di emper pondok ar-Rohman

Keringkan rumput selagi mentari bersinar.(***)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi "Dolar Pembela Nasib"

28 Juli 2021   21:56 Diperbarui: 28 Juli 2021   22:19 48 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi "Dolar Pembela Nasib"
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Sekilauan pucuk bunga melati merimba
Merujuk, menenangkan sebahagian dunia
Polesan akan tinta biru mengistilahkan
Segalanya pasalan kisah perjuangan
Tuk maneka lirik kehidupan

Negeri merah putih ku kini
Kokoh pancasila mengibrahkan
Sedalam rerintihan jiwa terkasih
Melangkah kian mendayu
Mengharap segenap nyawa gap melengku

Dua atau tiga sepihak
Mewarna, meniakkan rasa bahagia
Kunjung menikmati sang ananda
Mendiaskan secercah biru mewangi
Menuliskan jejak mengiang dalam hati

Lorong-lorong menanti
Pada penghujung ditutupnya hari
Sekejap diri ini berjuang mengasa
Seakan melemah, selelahnya jiwa
Demi selembar dollar pembela nasib

Kisah malam
Jalanan pun meronta ingin diwetapkan
Namun diantara ribuan rentetan inilah
Nasibku hanya ternilai sereceh dollar

Mendengkur kami
Kuat adanya seolah membisu
Yang segaja tuk membalikkan batu
Dalam gelimang hal dinamika
Tak pernah merasakan pasalan kami

"Heiii kamu"
Teriak seorang di tanah atas
"Ku yakin nasibku terujung pilu..."
Lagaknya melengkur, nampak lenceng
"Bercerminlah... Kau itu orang lemah"

Gelap mendiam diri ini, karna
Begitulah inti penghujung nikmat
Permainan, sekedar senda gurau
Lalu serial pilihan hidup
Tatkala berubah tuk mengubah

Bukanlah keresahan bagaimana dollarmu
Sebab dollar jauh penentu baiknya hidup
Hanyalah bagai tanda alam raya
Sewaktu menghilang, isakkan kenangan
Tak akan jadi citra umat manusia

Dan satu langkah tlah menerka
Satu gerak menyuapkan artinya
Sekali dan yang akhir
Tetapkan tuk menderu berbagai kemungkinan itu
Jadilah dirimu, jangan pertaruhkan dollarmu

Hijau melambang ginangsang lebu
Wejangan sang maha guru
Melingkup, memenuhi segala raga
"Pejuang dollar sesungguhnya...."
Patut berjaya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x