Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - *

Sudah menulis 2.291 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 17-09-2022 dengan 1.736 highlight, 14 headline, dan 89.460 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. (Masuk Kategori 20 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 3 periode: 2019, 2020, dan 2021). Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Singgah

3 Agustus 2022   20:23 Diperbarui: 3 Agustus 2022   21:29 135 22 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Puisi: pixabay.com

Aku lupa kalau singgah itu biasanya hanya sejenak. Mungkin seperti dirimu yang pernah bertandang di hatiku hanya dalam sesaat. Aku mungkin juga terengah dengan caramu terpesona padaku. Karena yang kutahu sebenarnya aku terlebih mengagumimu.

Bagaimana bisa kubilang ini hanya persinggahan rasa. Nyatanya aku sungguh sudah lama memendam rasa padamu. Kini aku kira sudah lebih dari sewindu ah mungkin dua windu aku menjaga segala rasa hanya untukmu seorang. Iya ini bukan singgah. Ini perhentianku.

Kini kumengerti lebih dalam bahwa aku yang hanya menjadi tempat persinggahan rasamu yang sejenak itu ternyata memiliki kenangan yang terpatri sampai mati, iya sampai aku yakin bahwa kau adalah tempatku menetapkan rasa. Kau adalah rumahku

...

Baca juga: Singgah

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
#PuisIBaruAri
#PuisiAgustus

3 Agustus 2022

1-2.257

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan