Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - *

Sudah menulis 2.291 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 17-09-2022 dengan 1.736 highlight, 14 headline, dan 89.460 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. (Masuk Kategori 20 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 3 periode: 2019, 2020, dan 2021). Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Air Mata

15 Mei 2022   23:07 Diperbarui: 16 Mei 2022   08:56 175 26 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Puisi: pixabay.com

Terus menetes
Tanpa ampun
Untuk alasan tak jelas
Hanya jantung itu

Lagi
Berdetak lebih kencang
Seolah ingin bicara
Namun
Dalam bahasa yang tak terpahami

Hanya tetes air mata
Makin deras
Membasahi kesedihan
Dengan satu cara
Lara

Untuk sebuah alasan yang tiada
Hanya luka
Dalam balutan duka tak kasat mata
Terus menorehkan bekas
Larut dalam hati yang merana

Andai air mata itu tak bertuan
Sungguh hanya mengalir meneteskan kepedihan yang menghujam keras
Hingga ke palung sanubari

...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
#PuisiBaruAri
15 Mei 2022

15-2.163

Baca juga: Jantung itu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan