Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.780 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 24-04-2024 dengan 2.172 highlight, 17 headline, dan 106.868 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salah satu tulisan masuk kategori Artikel Pilihan Terfavorit 2023. Salam literasi 💖 Just love writing 💖

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sebatang Cokelat yang Tiada

14 Februari 2021   23:21 Diperbarui: 14 Februari 2021   23:44 240
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Manis, begitulah yang kurasa setiap 14 Februari
Bertaburan cokelat pemberian dari hati
Demikian ketika aku dikelilingi
Tangan-tangan kecil yang beruluran ingin memberi

Tahun ini ada sedikit beda
Kala pandemi melanda
Walau satu saja tiada
Namun manisnya tetap terasa

Bagaimana denganmu kali ini
Adakah menikmati bahagia sepertiku kini
Meski tiada satu cokelat yang dibagi
Namun ada cinta memenuhi nurani

Memang dengan mudah aku bisa membeli
Sebatang cokelat yang dinanti
Namun tetap ada beda rasa jika diterima
Dari tangan-tangan yang peduli

Sebatang cokelat yang tiada
Maknanya bukan menjadi pertanda
Bahwa ikatan cinta lebih terasa
Dalam lantunan doa-doa

Sebatang cokelat yang tiada
Tetap 14 Februariku terasa bermakna
Karena hatiku berlimpah cinta
Dari semua yang peduli dan menyapa

...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
14 Februari 2021

Artikel ke 1345

Last year picture

Dokpri 2020
Dokpri 2020

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun