Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Nyanyian Mendung Janganlah Mengusikmu, Nak

21 Oktober 2020   11:42 Diperbarui: 21 Oktober 2020   11:44 178 31 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nyanyian Mendung Janganlah Mengusikmu, Nak
Sumber foto: rumahberbagi.com

 Saat kelabu kembali hadir di angkasa
Seolah penanda pada cakrawala
Untuk anak-anak berdiam saja
Bermain tenang di dalam rumah tercinta

Kemudian keluh kesah terlantunkan
Merasa jengah dengan kebosanan
Bermain di luar menjadi keinginan
Setidaknya sekadar di halaman

Pandemi membuat anak mengunci diri
Tak bisa bercanda tawa seperti dulu lagi
Bersama kawan penuh gembira di sekolah
Demi kesehatan harus berjaga di rumah

Setidaknya ada sedikit penghiburan
Ketika bisa bersukaria di alam terbuka
Meski tak bersama kawan sebaya
Hanya bila tiada sapaan hujan

Nyanyian mendung sudah mulai mewarnai hari
Memaksamu tetap tinggal dalam ruangan dengan pembatas dinding

Berhentilah menyanyikan sendumu, Nak
Masih banyak kesukaran berat terjadi di bagian bumi yang lain
Kau masih lebih beruntung bisa bernaung
Meski bukan sebuah istana namun bisa untuk melindungimu dari sengatan dinginnya hujan


...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
21 Oktober 2020
Artikel ke 1106

#BulanBahasa



VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x