Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - *

Sudah menulis 2.260 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 10-08-2022 dengan 1.710 highlight, 13 headline, dan 88.191 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. (Masuk Kategori 20 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 3 periode: 2019, 2020, dan 2021). Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pupus

20 Januari 2020   22:40 Diperbarui: 20 Januari 2020   22:46 192 14 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Di serindangmu yang indah mempesona
Dalam buaian mahkota mekar sempurna
Bukan menghiasi sebuah keraton megah
Hanya di atas pot berisi tanah nan basah

Namun tak terperi indah merekahmu
Terangkai dalam aneka warna berseri
Bertebaran harummu mewangikan kalbu
Sungguh siapakah tak terpikat hati

Mendung di angkasa menggelap saja
Menorehkan tanda akan hadirnya hujan
Merintik ke bumi perlahan tetesnya
Menempa kuatnya mahkota tiap helaian

Apa daya angin kencang seolah berseteru
Menemani hujan yang meluruh deras
Kau terombang ambing gerak tak tentu
Berusaha bertahan dengan usaha keras

Lembutmu sungguh tak kuat lagi
Menahan hempasan hujan bersama angin
Pun berguguran satu persatu ke bumi
Tiap helaian mahkota bertemu dingin

Pupus sudah segala indah menemani itu
Oleh gempuran kuat tetesan air basah
Seolah tak lagi bersahabat menebar pilu
Memberi pertanda berakhir sebuah kisah

Tak ada yang perlu sangat disesalkan
Meski keindahan berlalu dari hadapan
Mungkin sejenak saja telah berubah
Saat waktu memanggil selesailah sudah

Setiap pesona indah ada masanya
Setiap masa ceria ada waktunya
Menikmati setiap kisah yang menemani
Meski bila pupus akhirnya di ujung sepi

 ....
Written by Ari Budiyanti
20 Januari 2020

#PuisiHatiAriBudiyanti

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan