Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pupus

20 Januari 2020   22:40 Diperbarui: 20 Januari 2020   22:46 65 14 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pupus
Photo by Ari

Di serindangmu yang indah mempesona
Dalam buaian mahkota mekar sempurna
Bukan menghiasi sebuah keraton megah
Hanya di atas pot berisi tanah nan basah

Namun tak terperi indah merekahmu
Terangkai dalam aneka warna berseri
Bertebaran harummu mewangikan kalbu
Sungguh siapakah tak terpikat hati

Mendung di angkasa menggelap saja
Menorehkan tanda akan hadirnya hujan
Merintik ke bumi perlahan tetesnya
Menempa kuatnya mahkota tiap helaian

Apa daya angin kencang seolah berseteru
Menemani hujan yang meluruh deras
Kau terombang ambing gerak tak tentu
Berusaha bertahan dengan usaha keras

Lembutmu sungguh tak kuat lagi
Menahan hempasan hujan bersama angin
Pun berguguran satu persatu ke bumi
Tiap helaian mahkota bertemu dingin

Pupus sudah segala indah menemani itu
Oleh gempuran kuat tetesan air basah
Seolah tak lagi bersahabat menebar pilu
Memberi pertanda berakhir sebuah kisah

Tak ada yang perlu sangat disesalkan
Meski keindahan berlalu dari hadapan
Mungkin sejenak saja telah berubah
Saat waktu memanggil selesailah sudah

Setiap pesona indah ada masanya
Setiap masa ceria ada waktunya
Menikmati setiap kisah yang menemani
Meski bila pupus akhirnya di ujung sepi

 ....
Written by Ari Budiyanti
20 Januari 2020

#PuisiHatiAriBudiyanti

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x