Lihat ke Halaman Asli

Erni Wardhani

Guru, penulis konten kreator (Youtube, Tiktok), EO

Haruskah Kita Mengenang Panjat Pinang dari Sisi Gelap Sejarahnya?

Diperbarui: 24 Agustus 2022   16:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sejumlah warga mengikuti lomba panjat pinang kolosal di Pantai Carnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (17/8/2017). Foto: Kompas.com/Garry Andrew Lotulung

Setiap bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan, seluruh wilayah selalu merayakannya dengan berbagai ungkapan dan ekspresi. Ungkapan dan ekspresi itu dijabarkan ke dalam bentuk perlombaan dan permainan yang sangat beragam. 

Salah satunya adalah lomba panjat pinang yang dapat dipastikan selalu ada di setiap daerah karena memang permainannya sangat menarik, namun penuh dengan tantangan, dan mengundang kebahagiaan. Betapa tidak, setiap orang yang mengikuti lomba tersebut selalu mendapatkan dukungan sepenuhnya dari para penonton.

Lomba panjat pinang memang berbeda. Selain cara mendapatkannya pun berdasarkan kelompok, hadiahnya juga selalu menarik untuk diraih. Seperti yang kita ketahui, lomba panjat pinang sedikit berbeda dengan lomba-lomba yang lain karena membutuhkan kerja sama yang sangat kuat, kekompakan dan juga memelukan perjuangan yang sangat keras untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Panjat pinang zaman sekarang telah dimodifikasi dan memanfaatkan bahan yang mudah di sekitar kita, maka dipakailah pohon bambu untuk mengganti pohon pinang yang lumayan sukar untuk didapat. Sedangkan hadiah yang disimpan di ujung pohon, sangat beragam dan banyak. 

Tergantung dari budget panitia. Bahkan sampai ada yang menyimpan sepeda, tv, kulkas, dll sebagai hadiah utama. Semua hadiah tersebut harus diraih oleh para peserta dengan susah payah karena pohon bambunya sudah diolesi oli terlebih dahulu sehingga para peserta harus menggunakan kekompakannya untuk dapat meraih itu semua.

Filosofi Panjat Pinang

Perlombaan Panjang pinang memiliki filosofi yang sangat mendalam. Di dalamnya terdapat banyak makna.

1. Persatuan dan kesatuan

Dalam panjat pinang, adanya persatuan dan kesatuan menandakan bahwa kesamaan persepsi di dalam meraih sesuatu. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan, apa yang akan diraih akan sangat sulit untuk digapai.

Foto: AP Foto/ Tatan Syuflana

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline