Lihat ke Halaman Asli

Membangun Generasi Emas Indonesia, Generasi yang Berencana

Diperbarui: 3 September 2015   08:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pria        : "Bapak kamu Pejabat BKKBN ya?"
Wanita  : "Koq tau....?"
Pria      : "Karena kamu bikin aku jadi kepikiran Keluarga Berencana sama kamu"

#eaaa

Celoteh-celoteh semacam contoh diatas seringkali saya lontarkan ketika sedang mengikuti acara yang diadakan oleh Kompasiana, dengan harapan mampu mencairkan suasana. Seperti saat mengikuti Kompasiana Modis di Gedung Kompas Gramedia Surabaya bersama Ibu Tri Risma Harini, seringkali saya melontarkan joke-joke disela pembicara sedang menyampaikan materi, bahkan ketika acara Kompasiana Nangkring di Bank Indonesia cabang Surabaya, malah saya "battle" dengan Dedy Gigis selaku comic yang menghibur Kompasianer yang hadir dengan ber-Stand Up Comedy. Karena imej orang yang suka menulis adalah terkesan serius dan kaku, maka dari itu setiap ada kesempatan bertemu dengan sesama rekan penulis, saya tak mau terbawa suasana untuk terlalu serius. Dan saat acara Kompasiana Nangkring bersama BKKBN yang diselenggarakan di Paragon Hotel, Solo, tempo hari saya serasa "mati kutu" karena dari sekian banyak Kompasianers yang hadir terlihat serius sekali. Sekian prolog dari saya, dan marilah kita menuju ke tema utama kita "Menanamkan Revolusi Mental Melalui 8 Fungsi Keluarga".

Setelah berkali-kali jauh-jauh dari Solo mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Kompasiana di Jakarta maupun Surabaya, akhirnya ada kesempatan juga mengikuti acara yang diadakan oleh Kompasiana di Solo. Meskipun acara yang diadakan berubah-ubah waktu dikarenakan menyesuaikan jadwal para pembicara yang hadir, saya tetap antusias menunggu kepastian acara tersebut. Akhirnya sudah fix bahwa acara akan diadakan pada Kamis, 20 Agustus 2015 di Ball Room Red Saphire, Paragon Hotel, Solo, mulai pukul 9 pagi. Baiklah, dalam kesempatan kali ini saya akan mengulasnya dalam 4 poin utama.

[caption caption="Kompasiana Nangkring"][/caption]

1. Kompasiana Nangkring bersama BKKBN

Karena ada keperluan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan, maka rencana saya untuk hadir lebih awal pada pukul 8 sesuai obrolan malam sebelumnya dengan beberapa Kompasianers Solo (Komposono) dengan beberapa admin Kompasiana, akhirnya pun harus tertunda. Ketika saya datang memasuki ruangan tempat diadakannya acara, ehh ternyata kedatangan saya berbarengan dengan tarian pembuka yang disuguhkan untuk mengawali acara ini. Dan tentunya keterlambatan saya ini berimbas pada hilangnya kesempatan untuk saling tegur-sapa atau berkenalan dengan Kompasianers yang hadir. Saya pun kemudian mengambil tempat duduk di bangku deretan belakang, dengan cahaya yang temaram (halahhh).

Beruntung, saya belum terlambat mengikuti inti acara kali ini. Pada inti acara diawali dengan pembukaan diantaranya oleh Bapak Dr Surya Chandra Surapaty MPh PhD, selaku Ketua BKKBN Pusat. Kemudian sambutan oleh Bapak Basuki Anggoro Heksa, selaku perwakilan dari Pemkot Solo dikarenakan Pjs. Walikota Solo, Bapak Budi Suharto berhalangan hadir. Selanjutnya 4 narasumber tampil bergantian untuk menyampaikan materi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Tampil pertama sebagai narasumber adalah Bapak Soleh Amini Yahman, M.si. PSi. Narasumber pertama ini bisa dibilang sebagai "paket komplit", karena kesehariannya dikenal sebagai dosen, motivator, agamawan, dan juga sekaligus sebagai blogger. Kemudian narasumber kedua adalah budayawan yang sudah tak asing lagi di telinga kita, Arswendo Atmowiloto. Sedangkan dua narasumber berikutnya adalah dari BKKBN yakni: Bapak Dr Sudibyo Alimoeso MA, selaku Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN, dan Bapak dr Abidinsyah Siregar DHSM MKes, selaku Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN.

Yang menarik dari acara Kompasiana Nangkring Bersama BKKBN di Solo ini adalah, pihak penyelenggara (Kompasiana) mengutamakan "kearifan lokal" alias menunjuk Mbak Niken Satyawati (Kompasianers Solo) sebagai moderator pada diskusi kali ini. Dan seperti acara-acara Kompasiana yang lain, tak lengkap rasanya bila tak ada live tweet competition dan kuis untuk memeriahkan acara. Selesai acara dan makan siang, biasanya saya masih tetap bertahan di lokasi untuk ngobrol sesama Kompasianers, namun karena Komposono (Kompasianers Solo) pada pukul dua siang ternyata juga ada agenda lain, maka jurus SMP (sudah makan pulang) yang kami andalkan paska selesainya acara ini :p

2. Rangkuman "Menanamkan Revolusi Mental Melalui 8 Fungsi Keluarga"

Bicara mengenai Revolusi Mental, tentu kita tak lepas dari pidato Presiden Ir. Soekarno pada tahun 1957 mengenai pentingnya "National Character Building". Hal ini pula yang sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi bahwa "Karakter Bangsa Indonesia seharusnya bisa menjadi modal bagi kesejahteraan masyarakat". Lantas bagaimana mewujudkan masyarakat yang sejahtera?

Masyarakat dalam lingkup yang paling kecil adalah keluarga, jadi tugas pokok mewujudkan kesejahteraan harus diawali dari lingkup yang paling kecil terlebih dahulu. Nilai-nilai pendidikan karakter harus ditanamkan mulai dalam keluarga, yang meliputi :

  • Olah Pikir
  • Olah Hati
  • Olah Raga
  • Olah Rasa/Karsa

Pemerintah harus hadir dalam mewujudkan keluarga sejahtera, maka dari itu Program Keluarga Berencana wajib mendapat perhatian serius dari pemerintah. Peran serta pemerintah makin serius ketika Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendapatkan payung hukum melalui UU No.52 Tahun 2009.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline