Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, menyukai sastra khususnya puisi, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Episode Akhir

21 Mei 2022   13:31 Diperbarui: 21 Mei 2022   13:32 278 81 13
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi Episode Akhir / Dokpri @ams99 By. TextArt 

Puisi : Episode Akhir

Jarum waktu berputar lamban
Menggapai dan melintasi semesta
Seperti kehendak jiwa menjemput rindu
Siang menanti malam. Malam menyudahi tafakur

Uap panas tiba-tiba meruam
Suara-suara kering alam terdengar samar di telinga dan
Rumput-rumput mengering bagai emas
Menghampar permadani

Waktu terus melaju dalam mesin yang terjaga
Di penghujung April yang kerontang
Di tempat tersembunyi
Orang-orang tetap setia menunggu takdir
Menahan lapar, menangkis haus

Rumah-rumah Tuhan mulai sepi
Hening-lengang
Memandang ke luar serambi
Menakar akhir episode perjalanan
Akankah mendekap erat kemenangan ?

Penajam Paser Utara, April 2022
Ali Musri Syam Puang Antong

Puisi Sebelumnya: Matahari Terbit dan Bunga Paulownia

https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/6285af3e1583474589058d72/puisi-matahari-terbit-dan-bunga-paulownia

Puisi Pilihan: Mengejawantah Rindu

https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/6278c17def62f634d0405412/puisi-mengejawantah-rindu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan