Mohon tunggu...
Ali Manshur
Ali Manshur Mohon Tunggu... Mahasiswa - Seorang bedebah yang membuat onar dikata

Waktu itu fana, dan waktu sukar untuk berteman dengan diri Ia lebih senang dengan rindu dan sendu yang membuat awan menangis pilu Hujan pun turun diwajah bumi dengan segala kenangan Sampai tanah gumpal leleh terkena rintik hujan Tertancap tetes-tetes hujan di tulang daun Pohon pun bergumam temaram "Ironi sekali aku harus menahan rasa sakit yang diberikan waktu padaku".

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kampung Kenangan

29 November 2021   17:30 Diperbarui: 29 November 2021   17:58 86 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: Unsplash.com

Perempatan bising merindu langkah bersarung

Tanpa alas mendatangi

penjaja makanan beli lalu kembali

Setiap waktu kaki berbeda

keluar masuk gerbang,

yang kata pemukim sebagai penjara suci.

Menara tentu melambai

jika arloji memukul waktu durasi

Tiada berubah kesibukan

semenjak bedebah pergi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan