Mohon tunggu...
Zulfa Tsalisatul A H
Zulfa Tsalisatul A H Mohon Tunggu... Mahasiswa

Percayalah Allah masih bisa membolak balikan hati manusia. Sabar.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Aspek Bahasa Menurut Bromley

2 April 2021   12:05 Diperbarui: 2 April 2021   12:18 151 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Aspek Bahasa Menurut Bromley
thinkstock

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Aspek Bahasa. Taukah kalian bahwa kemampuan bahasa kita pelajari dan peroleh secara alamiah pada saat kita usia dini? Kemampuan bahasa yang kita pelajari dan peroleh tanpa disadari kita gunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar kita. Yaitu sebagai alat sosialisasi, dan untuk merespon orang lain. 

Sebelum membahas tentang aspek bahasa kita bahas dulu pengertian dari bahasa itu sendiri apa. Banyak sekali pengertian dari bahasa. Menurut pandangan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bahasa merupakan suatau ucapan pikiran dan perasaan manusia yang tersusun secara teratur dengan mempergunakan bunyi sebagai alat. Sesuai dengan gagasan tersebut dapat diartikan bahwa bahasa adalah susatu media pengungkapan maksud dengan menggunakan bantuan alat yaitu bunyi yang mengikuti tatanan dan struktur yang jelas. Sedangkan bunyi bahasa ialah suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Dalam Depdikbud bahwa oleh karena bunyi bahasa merupakan unsur pokok dalam bahasa, maka haruslah dipelajari tentang bunyi tersebut. 

Untuk mempelajari bunyi bahasa, diperlukan pengetahuan tentang fenotik dan fenomik. Fenotik adalah ilmu yang mempelajari bunyi, baik bunyi bahasa maupun bukan bunyi bahasa. Apa itu Fenomik? jadi fenomik ialah ilmu yang menyelidiki tentang bunyi bahasa, hal ini disebut dengan fonologi. Agar kita dapat mengetahui kedua hal tersebut kita harus mempelajari juga tentang 1) alat-alat ucap manusia dan 2) penggolongan fonem bahasa Indonesia.

1) Alat ucap manusia. Beberapa tokoh bahasa mengklasifikasikan bahwa alat ucap yang dimiliki oleh manusia tidak selalu sama, kadang-kadang juga memiliki kesamaan, namun ada pula perbedaannya.

2) Bunyi bahasa dan penggolongan fonem bahasa Indonesia. Bunyi sebagai getaran udara dapat pula merupakan hasil yang dibuat oleh alat ucap manusia, seperti pita suara, lidah dan bibir. Bunyi bahasa yang dibuat oleh alat ucap manusia, seperti pita suara, lidah dan bibir. Bunyi bahasa yang dibuat manusia ini bertujuan untuk mengungkapkan sesuatu. Bunyi bahasa ini dapat berupa nyanyian atau tuturan. Bunyi bahasa juga disebut dengan istilah "fon". Proses terjadinya bunyi bahasa adalah udara dihisap kedalam paru-paru dan dihembuskan keluar bersama-sama pada saat bernapas. Saat mengeluarkan udara itulah terdapat hambatan dan berbagai tempat alat berbicara dengan berbagai cara sehingga terjadilah bunyi bahasa. Menurut penggolongannya fonem bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 yaitu : 

a) Vokal. Bunyi vokal dibentuk dengan cara membebaskan udara yang mengalir ke luar melalui alat bicara, tanpa penyempitan dalam saluran udara. Bunyi vokal tersebut adalah fonem /a/,/i/, /u/, /e/, dan /o/. Setiap fonem vokal mempunyai alofon atau variasi bunyi kecuali /a/.

b) Diftong. Dalam bahasa Indonesia ada tiga buah diftong, yaitu [ay], [aw], dan [oy]. Ketiga diftong tersebut bersifat fenomis dalam bahasa Indonesia. Artinya kedua huruf vokal pada diftong melambangkan satu bunyi vokal yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini berbeda dengan deretan vokal biasa. Deretan vokal biasa ini merupakan dua vokal yang masing-masing mempunyai satu hembusan napas, karena itu masing-masing tersmasuk dalam suku kata yang berbeda. (Depdikbud,1995). 

c) Konsonan. Dibentuk dengan cara merintangi udara yang mengalir keluar melalui alat bicara. Fonem tersebut adalah /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /y/, /k/ ,/l/, /m/, /n/,/ng/, /ny/, /p/, /s/, /t/, /w/,/y/,/sy/, /x/,/z/,/f/. Jadi, fonem konsonan bahasa Indonesia berjumlah 22 buah. Fonem berbeda dengan huruf. Huruf adalah tanda yang dipakai dalam aksara untuk menggambarkan bunyi manusia. Huruf konsonan bahasa Indonesia ada 21 buah.

Sekarang kita akan membahasa tentang aspek bahasa. Bromley menyebutkan bahwa ada empak aspek bahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Perlu kita ketahui bahwasannya kemampuan berbahasa berbeda dengan kemampuan berbicara. Bahasa merupakan suatu sistem tata bahasa yang relatif rumit dan bersifat semantik, sedangkan kemampuan berbicara merupakan suatu ungkapan dalam bentuk kata-kata. Bahasa ada yang bersifat reseptif dan ada juga yang ekspresif. Contoh dari bahasa yang reseptif yaitu kita mendengarkan dan membaca suatu informasi, sedangkan contoh bahasa ekspresif adalah berbicara dan menuliskan informasi untuk dikomunikasikan kepada orang lain. Pada umumnya anak usia dini menggunakan bahasa yang ia kenal dirumah dalam melakukan komunikasi disekolah. Atau biasanya mereka menggunakan bahasa ibu atau bahasa pertamanya.

Anak menerima dan mengekspresikan bahasa dengan berbagaimacam cara. Ketrampilan menyimak dan membaca merupakan ketrampilan bahasa reseptif karena dalam ketrampilan ini makna bahasa diperoleh dan diproses melalui simbol visual dan verbal. Ketika seorang anak sedang menyimak  dan membaca, mereka akan memahami bahasa berdasarkan konsep pengetahuan dan pengalaman mereka. Dengan demikian, menyimak dan membaca juga merupakan proses pemahaman (comprehending process). Berbicara dan menulis merupakan ketrampilan ketrampilan bahasa ekspresif yang melibatkan pemindahan arti melalui simbol visual dan verbal yang diproses dan diekspresikan anak. Ketika anak berbicara dan menulis, mereka menyusun bahasa dan mengkonsep arti. Dengan demikian, berbicara dan menulis adalah proses penyusunan (compasing process).

Mengembangkan keterampilan pemahaman dan penyusunan merupakan dasar bagi kegiatan belajar anak secara umum. Cara anak dalam menggunakan bahasa akan berpengaruh pada perkembangan sosial, emosional, fisik, dan kognitif. Keberhasilan anak dalam berbagai area, seperti ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan matematika tergantung pada kemampuan anak untuk memahami dan menyusun bahads. Anak belajar membaca dan menyimak jika mereka mendapat kesempatan untuk mengekspresikan pemahaman mereka dengan membicarakannya maupun menuliskannya untuk diri mereka sendiri maupun untuk ditujukan pada orang lain. Belajar terjadi ketika ada diskusi antara guru dan anak, anak dan anak, anak dan buku, anak dan lingkungannya. Bahasa dan belajar tidak dapat dipisahkan. Kemampuan menggunakan bahasa secara efektif sanagat berperan penting terhadap kemampuan belajar anak.

VIDEO PILIHAN