Mohon tunggu...
Yus Afiati
Yus Afiati Mohon Tunggu... Guru - Prodi PAI,di Institut Pembina Rohani Islam Jakarta

Seorang ibu rumah tangga yang belajar dan mengajar, menanamkan akar agama yang kuat kepada generasi muda untuk menjadi manusia yang manfaat, mencari ridho Allah.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pengakuan Dia

21 Oktober 2021   15:01 Diperbarui: 21 Oktober 2021   15:13 86 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Pengakuan Dia

==================
Rentang  waktu tiga dasa warsa
Mengendap-endap mencari diary yang tersisa
Entah mengapa begitu menggelitik rasa
Tumpukan kenangan yang mengingatkan banyak dosa

Merasa diri sudah berjasa
Menanamkan aneka citra luar biasa
Membangun kesenangan demi esok lusa
Menebar pesona menembus damai sentosa

Di pungutnya lembaran lusuh perlahan dibaca sebuah prosa
Tersusun indah rangkaian kata melukis romansa
Bibirnya mulai melengkung mengangkat raut wajah meski bercampur nelangsa

Dia telah meninggalkan mereka dengan terpaksa
Mendustai kewajiban dan merampas asa
Mengembara  mengejar mimpi menyusuri lorong-lorong desa
Panjang angan menjadi seorang penguasa

Sampailah  kini di ujung usia
Harta tahta wanita telah meninabobokan dengan leluasa
Hasrat kembali menuju takdir Sang Kuasa
Menyerahkan hak mereka seberat apapun harus bisa

Purna sudah balasan dia  terima dalam batin tersiksa
Perilaku  dusta  terbongkar meruntuhkan sketsa
Aib masa lalu menuntun dia ke jurang binasa  
Sehebat dirinya menyembunyikan semua, takkan sedahsyat doa yang menyibak tirai angkasa

Pengakuan pendosa
Menebus diri berpuasa
Tak ada kata terlambat usaha
Allah mencintai hambaNya yang beribadah sepanjang masa

Depok, 21 Oktober 2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan