Warkasa1919
Warkasa1919 Karyawan Swasta

Aku percaya setiap orang pasti memiliki cerita sendiri - sendiri dalam hidupnya. Kata orang, setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun dalam cerita hidupku. Akhir cerita adalah awal mula kehidupan-ku yang baru. https://warkasa1919.wixsite.com/mysite

Selanjutnya

Tutup

Novel

Wanita di Penghujung Malam

9 Agustus 2018   22:11 Diperbarui: 11 Desember 2018   20:11 1284 5 1

Bagian Sepuluh

Sebelumnya <<

*

Dan malam ini dia harus mengakui kalau pernikahannya dengan wanita berkulit hitam manis itu hanyalah perkawinan semu semata, karena selain tinggal serumah dan menjalankan usaha rumah makan bersama, dia tidak pernah bisa memberi, dan mendapatkan ‘kepuasan batin’ dari istrinya itu.  Dan malam ini semua gambar dari masa lalunya itu seperti melintas dengan jelas di kedua pelupuk matanya, dia ingat semuanya. Mulai dari saat pertama kali dia bertemu dengan nenek tua yang terkenal karena memiliki Sembilan orang suami di kampungnya itu, hingga hari-harinya bersama nenek tua itu melakukan perbuatan mesum di belakang istrinya juga di belakang orang-orang kampung dan kesembilan orang suaminya itu.

“Hai anak manusia yang terlahir pada saat bulan purnama, memiliki nama lahir Sukmawati, maukah engkau bertobat dan berjanji padaku untuk meninggalkan semua perbuatan yang di larang agama, membuang semua susuk dan pemanis yang selama ini melekat di tubuhmu? Aku Raden Ayu Setia Ningrum. Ratu dari semua ratu siluman harimau di Nusantara, bersedia memberikan mustika kembang Wijaya Kusuma sebagai penawar untuk mengobati sakitmu, sebagai pengganti penikahan ghaib yang kalian lakukan tadi.

Jika engkau bersedia maka aku akan memberimu Mustika kembang Wijaya Kesuma suci sebagai pengganti tali penyambung rasa antara alam tidak sadar dan alam sadarmu yang dulu di putuskan lalu di buang oleh dukun harimau yang memiliki nama lahir Surya Agrindo dan memiliki gelar Datuk mato rimau yang selanjutnya menganti tali yang terputus itu dengan Siluman macan kumbang sebagai penyambung rasa mu dengan jazad kasarmu saat ini.” Tanya wanita cantik yang mengenakan kebaya pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan mahkota kecil di kepalanya itu sambil menatap lurus kedua mata wanita berkulit hitam manis ini.

Wanita berkulit hitam manis ini kaget karena wanita cantik yang mengenakan kebaya pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan mahkota kecil di kepalanya  itu bisa tau nama lahirnya, nama lahir yang di berikan oleh eyang putrinya dulu, padahal selama ini hanya dia dan kedua orang tuanya saja yang tau.

Dia ingat, cerita orang tuanya dulu, dia sering sakit-sakitan sewaktu masih memakai nama pemberian eyang putrinya itu. Hingga kedua orang tuanya kala itu mendatangi orang tua yang atas saran dari orang tua yang dianggap pintar di kampungnya itu, kala itu namanya di ganti menjadi nama yang di pakainya hingga saat ini.

Setelah diam sejenak wanita berkulit hitam manis itu kembali menatapku, seperti meminta pertimbangan atas tawaran yang baru saja di ajukan oleh wanita cantik yang mengenakan kebaya pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan mahkota kecil di kepalanya itu. Setelah melihat aku kembali menganggukan kepala tanda setuju. akhirnya wanita berkulit hitam manis itu berkata;

“Saya bersedia Ratu..” jawabnya sambil menunduk, tidak berani menatap wajah wanita cantik yang mengenakan kebaya pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan mahkota kecil di kepalanya itu.

Tiba-tiba saja di tangan kanan wanita cantik yang mengenakan kebaya pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan mahkota kecil di kepalanya itu telah ada sekuntum bunga Wijaya Kusumayang menurut mitos dipercaya memiliki hubungan erat dengan raja-raja Majapahit di masa silam. Sebagian masyarakat percaya bila bunga ini memiliki kekuatan magis yang cukup besar sehingga raja-raja tempo dulu diwajibkan memiliki sekuntum bunga wijayakusuma yang ia peroleh dari tanaman yang ia tanam sendiri.

Bahkan timbul mitos lain yang menyebutkan bila seseorang yang tanpa sengaja menyaksikan mekarnya bunga wijayakusuma, maka orang tersebut akan mendapatkan kebaikan di hari selanjutnya, baik berupa rezeki yang berlimpah, kesehatan, kebahagiaan, dan hal-hal positif lainnya.

Baca juga; Mitos dan Fakta tentang Bunga Wijayakusuma

Selanjutnya wanita cantik yang mengenakan kebaya pengantin berwarna hijau daun serta mengenakan mahkota kecil di kepalanya itu memberikan sekuntum bunga Wijaya Kusuma yang telah mekar itu kepada wanita berkulit hitam manis di depannya. Dan begitu berada di dalam genggaman tangan wanita berkulit hitam manis itu tiba-tiba saja bunga Wijaya Kusuma yang tadi terlihat sedang mekar itu langsung berubah menjadi cahaya, dan cahaya putih itu langsung membungkus seluruh tubuhnya.

Masih dengan tubuh yang terbungkus oleh cahaya putih, wanita berkulit hitam manis itu tiba-tiba berjalan mendekati pria berkulit gelap yang dimatanya terlihat begitu berminyak. Pria berbadangelap itu tersurut mundur, ketakutan melihat tubuh wanita berkulit hitam manis yang sudah di nikahi selama empat tahun lama nya itu terus bergerak mendekat ke arahnya.

“Berhenti! Jangan mendekat!”

Teriak pria berbadan gelap itu panik sambil terus mundur, hingga akhirnya diam tidak bisa bergerak lagi, terhalang dinding di belakangnya. Saat ini dirinya merasa begitu panas, baluran minyak yang membasahi seluruh tubuhnya itu seperti mendidih, tubuhnya kelojotan seperti baru saja di siram oleh minyak panas yang masih mendidih.

Tiba-tiba saja tetesan minyak yang menetes ke lantai dan sedikit menggenang itu berubah bentuk bentuk menjadi sosok manusia minyak yang langsung menghadang wanita berkulit hitam manis yang terus mendatangi pria berbadan gelap. Sambil melompat dia berusaha mencekik wanita berkulit hitam manis di depannya. Dan secara ajaib tiba-tiba saja ditangan wanita berkulit hitam manis itu telah ada kain batik yang secara reflek langsung saja dia kibaskan ke arah orang minyak tersebut.

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia; Legenda Melayu, Orang Minyak adalah makhluk yang menculik wanita muda di malam hari. Konon, makhluk itu mampu memanjat tembok dan menangkap korban saat menghindari penangkapan karena lapisannya yang licin. Menurut beberapa cerita rakyat, Orang Minyak telah secara bergantian digambarkan sebagai tampak telanjang, atau mengenakan”sepasang hitam celana renang”. Sejumlah cerita menggambarkan Orang Minyak sebagai pemerkosa yang hanya menargetkan perawan. Orang Minyak telah secara tradisional disalahkan karena perkosaan, dimulai pada tahun 1960-an, dan perempuan-perempuan Melayu yang takhayul akan berusaha untuk menangkis makhluk itu dengan mengenakan pakaian berkeringat”untuk memberikan penampilan seseorang yang baru saja bersama seorang pria”.

Kain batik yang di kibaskan oleh wanita berkulit hitam manis itu langsung membelit tubuh orang minyak yang terlihat begitu licin itu, namun sepertinya kain batik itu begitu kesat, sehingga tubuh manusia minyak itu kini tidak mampu bergerak lagi setelah tubuhnya terlilit oleh kain batik yang tiba-tiba saja mengeluarkan percikan api begitu membelit tubuhnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3